Pookie
  • WpView
    Reads 112
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 23, 2026
Judul: Pookie Penulis: Syahrul Zulian Deskripsi: Tak ada bunga. Tak ada skenario film. Hanya satu ajakan sederhana: "Temani aku makan malam, yuk." Dan dari situlah segalanya berubah. Puddin tidak pernah menyangka perasaan bisa tumbuh dari bangku plastik di pinggir jalan dan sepiring nasi goreng yang dibagi malam itu. Pookie datang dalam hidupnya tidak dengan dentuman besar, tapi dengan tenang-mengisi ruang yang tak pernah ia sadari kosong. Lewat obrolan-obrolan larut malam, tawa yang sederhana, dan jalanan kota yang mereka susuri tanpa arah... tumbuh sesuatu yang lebih dari sekadar nyaman. Ini bukan kisah cinta besar. Ini kisah cinta kecil, yang jujur. Yang nyata. Yang tumbuh pelan-pelan. Dan mungkin, justru karena itulah... ia begitu berharga.
All Rights Reserved
#19
cintasederhana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terpaksa Dinikahi Duda Anak Dua
  • NANGGALA
  • Hello Mr. Komrad
  • Kembang Desa
  • A dan Z
  • Stand by Me
  • I'm the male lead's wife?
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]

Please, don't plagiat🙅 No no yaa🙎 ••••• "Nak, demi keluarga kita... kamu harus menikahi Tuan Arsen." "APA?! Menikah dengan Bos Papa?! Tidak mau! Papa, ini lelucon, kan?! Aku masih kelas tiga SMA! Aku bahkan sudah punya pacar! Papa tidak bisa melakukan ini padaku!" Virly menolak mentah-mentah. Reaksi Virly sama sekali tidak menggoyahkan Arsen. Ia bangkit dari sofa, menjulang tinggi di atas keluarga yang sedang hancur itu. "Aku tidak peduli kau punya pacar atau masih kelas tiga SMA. Kau punya satu hari untuk memutuskan. Menikah denganku, atau ayahmu masuk penjara dan semua asetmu akan kuserahkan ke bank. Aku hanya butuh ibu untuk kedua anakku." Ucap Arsen dingin dan tegas "Kau tak boleh seenaknya!" Virly berteriak kesal. "Pikirkan baik-baik. Waktu terus berjalan, Nona." Arsen melangkah Pergi. Virly yang berusia 17 Tahun, siswi kelas tiga SMA yang ceria yang masih mendambakan kebebasan, mendadak harus berhadapan dengan takdir pahit yang mengancam keluarganya. Sang ayah, yang terlilit utang besar pada bosnya, Arsen yang berusia 30-an, seorang duda dingin beranak dua, menjadikan Virly sebagai jaminan. Di bawah ancaman penjara dan penyitaan seluruh aset keluarga, Virly terpaksa menerima pinangan sang duda. Ia harus segera menikah dan menjadi ibu bagi dua anak kecil, sekaligus menghadapi Arsen yang selalu bersikap dingin dan tidak peduli pada perasaannya. Mampukah Virly bertahan dalam pernikahan tanpa cinta ini? Dan bisakah ia, yang masih labil, menjadi ibu yang sempurna bagi dua anak yang asing baginya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines