Yang Tak Terucap

Yang Tak Terucap

  • WpView
    Membaca 114
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 9
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Okt 3, 2025
⚠️ Peringatan Konten (Content Warning) cerita ini mengandung: tema cinta sesama jenis (gxg) konflik internal dan tekanan sosial emosi berat: sunyi, kehilangan, keraguan, dan pengorbanan bagi pembaca yang sensitif terhadap tema tersebut, disarankan untuk membaca dengan kesadaran penuh. ini adalah kisah tentang perasaan manusia - bukan tentang benar atau salah. Deskripsi Cerita - Yang Tak Terucap "ini bukan kisah cinta biasa. ini tentang mencintai seseorang yang tak seharusnya kau cintai-menurut dunia." ⚠️ PERINGATAN: cerita ini mengandung tema romansa sesama jenis (girl x girl / gxg) yang bisa jadi tidak cocok untuk sebagian pembaca. jika kamu tidak siap dengan kenyataan bahwa cinta bisa hadir di mana saja-bahkan di antara dua perempuan-maka silakan tutup cerita ini sekarang. cerita ini sepenuhnya fiksi. semua nama, tempat, dan kejadian adalah hasil rekaan penulis dan bukan cerminan tokoh nyata mana pun. usia baca yang disarankan: 17 tahun ke atas. tentang cerita: di balik dinding sekolah bernama sarasvati mandira, dua gadis bertemu. yamika, si penyair sunyi yang menyimpan rasa, dan devaya, si cahaya yang tidak pernah benar-benar bisa digenggam. mereka saling menatap, saling mencari, tapi dunia terlalu sempit untuk menerima perasaan mereka. tidak ada yang benar-benar jahat di cerita ini, tapi semua orang terlalu sibuk membatasi cinta pada bentuk yang mereka anggap benar. dan yamika? ia hanya ingin dicintai tanpa perlu takut. tanpa perlu menyembunyikan dirinya di balik tawa palsu, tanpa harus memeluk seseorang diam-diam hanya karena takut disebut "berbeda". ini adalah kisah untuk mereka yang pernah mencintai dalam diam, mencintai tanpa ruang. untuk mereka yang lelah menunggu kata cinta yang tak pernah terucap. untuk kamu yang tahu rasanya menggenggam seseorang hanya dalam doa, tapi tak pernah dalam pelukan. jika kamu membaca ini dengan hatimu, maka kamu sedang membaca bukan hanya cerita... tapi luka. yang disulam menjadi kata-kata.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#2
cintadalamsunyi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan