Story cover for Exile [On Going] by alunamarline
Exile [On Going]
  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Jul 26, 2025
EXILE

---

Mereka bertemu di dunia virtual, di antara notifikasi, sleep call, dan pesan suara yang jadi pengganti pelukan.
Dia baik. Perhatian. Selalu ada. Tapi dia juga misteri. Wajahnya tak pernah benar-benar terlihat.

Dia tahu segalanya tentangnya. Tapi dia?
Cuma bisa menebak siapa dia sebenarnya, dari suara, cara bicara, dan sorotan kamera yang selalu tertutup tiket atau bayangan.

Lama-lama, cinta tanpa bentuk itu mulai melelahkan.
Dia ingin percaya, tapi hatinya mulai goyah.

"Kalau aku pergi pelan-pelan, kamu akan cari aku?"

EXILE adalah kisah tentang cinta yang tak kasat mata, kesabaran yang nyaris habis, dan seseorang yang ingin dikenali... bukan hanya disayangi.




---
All Rights Reserved
Sign up to add Exile [On Going] to your library and receive updates
or
#920kisahnyata
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
"Beneath Her Forbidden Touch" cover
REZELLA [End] cover
The Wolfe's Countdown cover
Mission cover
One-shot cover
Drama di Pintu Kosan cover
REGAN's Crazy Wife cover
One Shoot my baby KIM SUNOOπŸ”ž! cover
BACKSTREET  cover

"Beneath Her Forbidden Touch"

58 parts Ongoing

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.