HRD, Gaji Aja Rasa Ini

HRD, Gaji Aja Rasa Ini

  • WpView
    Dibaca 2,747
  • WpVote
    Vote 175
  • WpPart
    Bab 9
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Agt 21, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
Nadya Anindira, anak HRD yang udah ahli ngurusin cuti, absensi, bahkan drama karyawan, tapi selalu gagal ngatur perasaan sendiri. Hidupnya yang nyaris stabil mendadak jungkir balik pas kantor kedatangan atasan baru-Arsen Wicaksono Handoko. Masalahnya, mereka punya sejarah. Masalah lainnya, sekarang Nadya harus kerja satu divisi di bawah pria itu. Dan masalah paling besarnya: perasaan yang katanya udah selesai, ternyata masih suka nyelonong ikut briefing.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Work Life, Love Balance (END)
  • Favorite Lecturer
  • Goodbye, Hello? [TAMAT]
  • THE REBELLOUSE! [END]
  • Menuju Seperempat Abad [End]✓
  • Semestinya Cinta ( Selesai )
  • Tanda Seru
  • Half Of My Heart ​
  • Spicy
  • MANAGER KEUANGAN [END]

Siena Zahra tidak pernah menyangka keputusan impulsif untuk menemani sahabatnya--Raline, melakukan kopdar Tinder dengan identitas palsu akan berubah menjadi mimpi buruk yang merembet sampai ke kantor. Waktu itu, demi keamanan karena itu pengalaman pertama Raline dalam dunia dating apps, mereka sepakat memakai nama dan pekerjaan palsu. Pertemuan berlangsung canggung-apalagi karena Dipta, cowok Tinder itu, ikut membawa temannya, pria dengan tatapan dingin dan observan bernama Naresta Dirgantara. Siena tahu pria itu mencurigainya, tapi dia berpura-pura santai. Mereka pulang dan menganggap semua itu hanya pengalaman lucu yang tidak perlu diingat lagi. Dua minggu kemudian, hidup Siena jungkir balik. Perusahaan mengumumkan atasan baru di divisi Siena. Masuklah pria yang sama. Pria dari kopdar itu. Naresta Dirgantara. Dan tatapan lelaki itu tepat seperti dugaan Siena--dingin, menilai, sinis, seolah berkata "Aku tahu kamu penipu." Sejak hari pertama, Siena menjadi target perhatian Naresta dan bukan yang menyenangkan. Setiap laporan, rapat, hingga keputusan kecil pun selalu dipertanyakan. Seakan Naresta sengaja menjadikan masa lalu singkat itu sebagai alasan untuk meruntuhkan profesionalitas Siena.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan