HRD, Gaji Aja Rasa Ini

HRD, Gaji Aja Rasa Ini

  • WpView
    Reads 2,679
  • WpVote
    Votes 175
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 21, 2025
Nadya Anindira, anak HRD yang udah ahli ngurusin cuti, absensi, bahkan drama karyawan, tapi selalu gagal ngatur perasaan sendiri. Hidupnya yang nyaris stabil mendadak jungkir balik pas kantor kedatangan atasan baru-Arsen Wicaksono Handoko. Masalahnya, mereka punya sejarah. Masalah lainnya, sekarang Nadya harus kerja satu divisi di bawah pria itu. Dan masalah paling besarnya: perasaan yang katanya udah selesai, ternyata masih suka nyelonong ikut briefing.
All Rights Reserved
#899
officeromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Work Life, Love Balance (END)
  • Half Of My Heart ​[UNDER REVISION]
  • Semestinya Cinta ( Selesai )
  • Menuju Seperempat Abad [End]✓
  • Spicy
  • Favorite Lecturer
  • Goodbye, Hello?
  • THE REBELLOUSE! [END]
  • Tanda Seru
  • MANAGER KEUANGAN [END]

Siena Zahra tidak pernah menyangka keputusan impulsif untuk menemani sahabatnya--Raline, melakukan kopdar Tinder dengan identitas palsu akan berubah menjadi mimpi buruk yang merembet sampai ke kantor. Waktu itu, demi keamanan karena itu pengalaman pertama Raline dalam dunia dating apps, mereka sepakat memakai nama dan pekerjaan palsu. Pertemuan berlangsung canggung-apalagi karena Dipta, cowok Tinder itu, ikut membawa temannya, pria dengan tatapan dingin dan observan bernama Naresta Dirgantara. Siena tahu pria itu mencurigainya, tapi dia berpura-pura santai. Mereka pulang dan menganggap semua itu hanya pengalaman lucu yang tidak perlu diingat lagi. Dua minggu kemudian, hidup Siena jungkir balik. Perusahaan mengumumkan atasan baru di divisi Siena. Masuklah pria yang sama. Pria dari kopdar itu. Naresta Dirgantara. Dan tatapan lelaki itu tepat seperti dugaan Siena--dingin, menilai, sinis, seolah berkata "Aku tahu kamu penipu." Sejak hari pertama, Siena menjadi target perhatian Naresta dan bukan yang menyenangkan. Setiap laporan, rapat, hingga keputusan kecil pun selalu dipertanyakan. Seakan Naresta sengaja menjadikan masa lalu singkat itu sebagai alasan untuk meruntuhkan profesionalitas Siena.

More details
WpActionLinkContent Guidelines