MENTARI

MENTARI

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 27, 2025
Mentari menyeret langkah, bahunya memikul beban yang tak kasat mata, lebih berat dari tas punggung usangnya. Di matanya, yang seharusnya berbinar ceria di usia enam belas, kini terukir lelah dan kepedihan. Setiap hari, ia menari di atas panggung kehidupan yang keras, sebuah drama tanpa henti sejak sang ayah pergi, meninggalkan lubang menganga di hati dan dompet keluarga. Sebelum fajar menyapa, Mentari sudah bergelut dengan adonan, wangi kue menjadi penawar pahitnya kenyataan. Ia tak hanya membuat kue; ia merangkai harapan, sepotong demi sepotong, untuk dijual di kantin sekolah yang riuh dan warung Bu Tinah yang sepi. Sekolah, benteng impian bagi kebanyakan, baginya adalah medan perang. Bisikan-bisikan tajam dan tatapan merendahkan adalah anak panah yang tak henti menghujam, menancap di harga dirinya yang rapuh. Seragam lusuh dan sepatu bolong adalah saksi bisu kemiskinannya, kontras dengan gemerlap gawai dan tawa renyah teman-temannya yang tak pernah tahu arti sebuah perjuangan. Hanya Bima, si penyendiri berkacamata tebal, yang sesekali mengulurkan senyum tipis, seolah oase di tengah gurun pasir kegetiran. Namun, di tengah keputusasaan yang melilit, secarik pengumuman di dinding kantin, usang dan terabaikan, bagai percikan api di kegelapan. Lomba Karya Ilmiah Remaja. Beasiswa penuh. Kata-kata itu berkelebat, merobek tirai kelabu yang menyelimuti hidupnya. Jantungnya bergemuruh, membunyikan genderang perang dalam dadanya. Ini adalah kesempatannya, satu-satunya biduk untuk berlayar menjauh dari pulau derita. Namun, ia tahu, jalan itu tak akan mudah. Bayang-bayang keraguan menghantuinya, ejekan akan semakin menjadi, dan waktu, adalah musuh terbesarnya. Mentari harus membagi dirinya antara mengejar ilmu, mencari nafkah, dan menjadi tiang penyangga bagi keluarga yang rapuh. Pertarungan sesungguhnya baru saja dimulai. Ia harus pulang, membawa kemenangan atau hancur di tengah jalan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EVANESCENT
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time

BEBERAPA PART DI PRIVATE, SILAKAN FOLLOW UNTUK MEMBUKA. Dalam pikiran dan hati Laura hanya ada Leon. Laki-laki itu seolah sudah menjadi pusat dunianya. Semua orang tahu bagaimana kerasnya cara gadis itu selalu mengejar dan berusaha menarik perhatian Leon. Tetapi setelah malam itu, Laura tidak lagi mengejar dan berusaha mendapatkan perhatian Leon. Tatapan penuh cinta dan kasih sayang itu sudah berganti dengan tatapan penuh kebencian dan perasaan muak. 🏅1 in sekolah 6/3/2026 🏅2 in sekolah 7/3/2026 🏅1 in teenfiction 10/3/2026 🏅3 in badboy 11/3/2026 🏅1 in benci 12/3/2026 🏅2 in teenfiction 15/3/2026 🏅1 in luka 17/3/2026 🏅1 in penyesalan 19/3/2026 🏅1 in cemburu 21/3/2026 🏅1 in masalalu 23/3/2026 🏅2 in teenfiction 26/3/2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines