Requiem si Anak Pencundang

Requiem si Anak Pencundang

  • WpView
    Membaca 10
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jul 27, 2025
Kim Min-ho hanyalah siswa biasa. Lemah, penakut, dan selalu berada di belakang bayang-bayang dua sahabatnya: Han Jeonghan si ceria dan Ja Hyanga si pemberani. Tapi semua berubah saat persahabatan mereka mulai retak. Han Jeonghan dan Ja Hyanga... menyimpan luka. Dan di balik senyum mereka, ada pendapat yang saling bertabrakan, ada kebencian yang menumpuk. Hingga pada suatu malam yang kelam, pertengkaran mereka berubah menjadi kekerasan. Pisau dilayangkan. Kata-kata berubah jadi amarah. Dan Min-ho... berdiri di antara keduanya. Darah mengalir. Pisau tertancap. Dan semuanya terlambat. Mereka menangis. Menyesal. Dunia berduka. Min-ho dinyatakan meninggal. Dikuburkan. Tapi apa benar dia yang dikubur? Saat mata Min-ho terbuka di ruang yang asing, dia tak lagi sama. Di tubuhnya mengalir --- milik seseorang yang menyerahkan hidupnya - seorang anggota organisasi rahasia bernama ---, yang ingin bebas dari masa lalunya. Dunia mengira Min-ho sudah tiada. Bahkan Jeonghan dan Hyanga mengubur rasa bersalah mereka bersama jasad... yang ternyata bukan Min-ho. Maka dari bayang-bayang, Min-ho hidup kembali - sebagai seseorang yang tak dikenal, dengan kekuatan dan warisan dari seorang Gagak terakhir. Kini, dia adalah: The Unknown Crow Dan dia akan menghapus kejahatan... dimulai dari para pengacau negara yang merusak tanah kelahirannya. Tapi, bisakah dia memaafkan masa lalunya sendiri? Dan... apakah dua sahabatnya masih layak mengetahui kebenaran bahwa yang mati... bukanlah dia?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO

WARNING!!! "IT'S SLOW BURN" Jadi wajar kalo alurnya lama, karena memang yaa.... disengaja gitu oke! Citra Angraini adalah seorang gadis remaja yang akhirnya meregang nyawa di usia muda. Sedari kecil Citra sudah harus bolak-balik ke rumah sakit karena penyakit yang dideritanya semenjak lahir, Citra sangat suka membaca, terutama novel. Namun siapa yang menyangka Citra yang gemar membaca novel berakhir menjadi salah satu tokoh figuran bernama Sherlyn pada sebuah novel yang terakhir kali dia baca sebelum kematiannya di dunia nyata. Mengetahui tokoh Sherlyn yang akhirnya meninggal pada pertengahan novel berhasil membuat Citra sangat terpukul hingga dia membulatkan tekadnya untuk mengubah nasib Sherlyn melalui perubahan-perubahan kecil yang akan Citra lakukan. ---><--- "Pada novel Sherlyn menolak pertunangan ini, apa yang akan terjadi jika aku melakukan yang sebaliknya?" "Aku harus melakukan perubahan agar nasib Sherlyn juga berubah." "Yang benar saja, di dunia sana Aku baru saja mati, aku tidak mau mengikuti alur cerita ini dan akhirnya aku akan mati pada pertengahan novel." "Siapa yang perduli dengan novel ini, Aku sudah pernah mati sekali dan aku lebih menyayangi hidupku dari apapun." "Sesekali menjadi egois tidaklah terlalu buruk bukan. Maaf Davin aku akan memanfaatkanmu sekali ini aja." . . "Sherlyn ikut gimana baiknya aja." Setelah terdiam selama beberapa saat Sherlyn akhirnya menyetujui usulan pertunangan tersebut. Bagaimana kelanjutan kehidupan Citra di dunia novel? Bagi yang penasaran mampir aja oke . . Rank #🥇 fiance #🥇 fyp #🥇 mostwanted #🥇 teen #🥇 bucin #🥇 geng #🥇 iceboy #🥇 isekai #🥇 figuran #🥇 tenfiction #🥇 sekolah #🥇 fiksipenggemar #🥇 antagonis #🥇 tunangan #🥇 school #🥇 fiksi #🥇 sahabat #🥇 fiksiremaja #🥇 protagonis #🥈 cuek #🥈 baper #🥈 romantis #🥉 fiksiumun #4 fantasi #5 transmigrasi #10 romance Start : 10/8/25 End : -

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan