Di Antara Koma

Di Antara Koma

  • WpView
    LECTURAS 184
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, jul 27, 2025
WpInfo
Poesía
"Yang Benar, yang Salah, yang Diam..." Sepuluh tahun Andika pergi-meninggalkan keluarga, kekasih, sahabat, dan sekolah. Hidup memaksanya dewasa sebelum waktunya. Kini, saat pulang, masa lalu kembali datang satu per satu: tak diundang, tak diharapkan, namun menuntut jawaban. Penyesalan menyelinap, keyakinan diguncang. Dunia berubah, tapi cara pandang orang terdekat masih terpaut pada hal-hal tak kasat nalar. Sementara cinta, pengorbanan, dan tanggung jawab tak lagi bermakna sama. Selama menghadapi kerasnya hidup, menjadikannya introvert, menyimpan rasa dan pikirannya sendiri. Ini adalah kisah tentang diam, tentang pilihan yang tak sepenuhnya salah, tapi juga belum tentu benar. Di antara samar, Andika berpegang pada: kejujuran.
Todos los derechos reservados
#136
kesepian
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu | ✔
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • Rembulan Yang Sirna
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • Semua Memukul (✅)
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • My Wish
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • poem

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido