Perfect Boy, Friend?

Perfect Boy, Friend?

  • WpView
    Reads 96,334
  • WpVote
    Votes 3,171
  • WpPart
    Parts 48
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 28, 2026
[ NON BAKU ] Bagi semua orang, mendapatkan sosok Sean adalah sebuah keberuntungan. Namun bagi Sean, bersama dengan Jina adalah suatu keberuntungan sekaligus anugrah terbesar yang diberikan tuhan. Jina itu cewek paling beruntung karna mendapatkan sahabat seperti Sean yang selalu memperlakukan dia bagai ratu, selalu ada untuknya dan selalu menemani Jina kapanpun dimanapun. Sean, sosok cowok yang kini menjabat sebagai sahabat terbaik Jina dari orok, 24/24 jam selalu menempel bagai permen karet, cowok cool introvert yang paling jago dikandang, kalo ditinggal sendirian kayak anak ilang, tapi kalo bareng Jina bisa senyum gada beban. Mereka tuh sudah seperti satu set, dimana ada Jina, disitu pasti ada Sean, saking nempelnya membuat banyak orang mengira kalo mereka itu sepasang. "Aku bukan anak kecil." Perkataan kesekian yang selalu Jina katakan disaat Sean memperlakukan dia seperti bayi, Jina itu udah gede, udah bisa apa-apa sendiri. "Bagi aku kamu tuh masih kaya bayi." ___ "Nanya apaan?" "Lo sama Sean beneran cuma temen?" ___ "Eh! Ada aloe-aloe!" "Itu daun bawang." Publish: 10/08/2025 Finish :
All Rights Reserved
#1
happyending
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Where They All Look At [ END ]
  • SECOND TASTE
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Dangerous Deal (COMPLETED)
  • Hello, KKN!
  • Prahara Lamaran [END]
  • Almost Married (END)
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • NINGRUM

Liora Kairen Elvaris hanyalah seorang gadis biasa dari dunia nyata yang menghabiskan waktunya menyelami barisan kata dalam novel populer, We Love You Anantasya. Hingga sebuah tragedi mengakhiri hidupnya secara tiba-tiba, dan ia terbangun di semesta yang sama persis dengan buku yang pernah ia baca. ​Namun, takdir sedang bermain gila. ​Ia bukan Anantasya, sang protagonis yang dicintai semesta. Ia bahkan bukan karakter pendukung yang memiliki dialog. Liora hanyalah sebuah anomali-seorang figuran tanpa nama yang seharusnya menjadi latar belakang yang terlupakan dan terkubur oleh hiruk-pikuk alur cerita. ​Seharusnya, ia tetap menjadi bayangan. Tapi Liora memiliki senjata yang tidak dimiliki siapa pun: ia tahu setiap rahasia yang terkubur, ia tahu akhir dari setiap napas karakter, dan ia tahu takdir kejam yang sudah tertulis di atas kertas ​Dengan pengetahuan itu, Liora mulai melangkah. Ia menyusup ke dalam lingkaran Obsidian Order, geng motor paling berbahaya dan berpengaruh yang dipimpin oleh lima pemuda dengan jiwa yang rusak. ​Mereka dingin. Tajam. Pendiam. Berbahaya. Dan mustahil untuk didekati. ​Namun, kehadiran Liora yang tidak terduga perlahan mulai meretakkan tembok pertahanan mereka. Sesuatu yang seharusnya kaku, mulai berubah. Sesuatu yang seharusnya tidak pernah ada dalam naskah asli, kini tumbuh menjadi obsesi. Satu per satu, mata-mata yang semula menatap Anantasya, mulai beralih menatapnya. ​Bukan karena tuntutan alur cerita. Bukan karena paksaan takdir. Melainkan karena magnet asing yang bahkan tidak bisa mereka mengerti. ​Di dunia di mana Anantasya seharusnya menjadi matahari, kini semua orang mulai menyadari satu hal yang mutlak: Pusat dari semesta ini telah berpindah. ​Dan semua mata kini hanya tertuju pada satu arah. Ke arahnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines