Kidung cinta untuk Alyssa

Kidung cinta untuk Alyssa

  • WpView
    Reads 1,716
  • WpVote
    Votes 341
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 2, 2026
"Untuk apa dia mengejarku? Kami berdua tidak mungkin menikah! Tidak mungkin bersama lagi!" "Hangga tidak perlu menikahimu. Dia hanya ingin menjadikanmu miliknya." "Tapi aku bukan barang!" "Semua pria selalu menganggap bekas kekasihnya sebagai koleksinya, Al. Dan kini ia ingin mendapatkan koleksinya kembali." Setelah sepuluh tahun mereka berpisah, kini keduanya dipertemukan kembali. Namun kini segalanya telah berubah. Karena Hangga sudah menikah, dengan Rere. Sahabatnya sendiri ... "Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada dikhianati sahabatmu sendiri." "Lebih baik Alyssa kehilangan separuh belahan jiwanya. Daripada kehilangan seluruh hidupnya." "Aku tidak perlu nasehatmu! Siapapun tidak bisa menghalangiku untuk memilikinya. Tidak juga kamu!" Novel kedua dari kisah Alyssa dan Hangga. Tentang penyesalan, pengkhianatan dan juga perselingkuhan. ***Kisah ini fiktif belaka. Persamaan nama tokoh, tempat dan peristiwa hanya kebetulan semata.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Salah Status

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines