Still Yours in the Quiet

Still Yours in the Quiet

  • WpView
    Reads 456
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 1, 2025
Dua tahun telah berlalu sejak Carletta pergi. Tanpa pesan. Tanpa alasan. Hanya keheningan yang tertinggal, menggantung seperti kabut pagi yang tak kunjung reda. Bagi Ace, waktu tak benar-benar berjalan, ia hanya menumpuk luka demi luka, seperti ombak yang terus menghantam pantai yang sama. Ia hidup, tapi tak pernah benar-benar hidup kembali. Sebagai atlet renang andalan sekolah, Ace dikenal dengan kecepatannya di dalam air. Namun, tak ada yang tahu, bahwa kolam renang baginya lebih dari sekadar arena, itu adalah satu-satunya ruang di mana ia bisa tenggelam tanpa harus mati. Di sanalah kenangan Carletta tinggal. Di sanalah senyum gadis itu terakhir ia lihat. Di mata semua orang, Ace adalah sosok sempurna. Namun, di balik prestasi dan ketenangan, ia adalah jiwa yang karam, bersembunyi di balik dinding yang ia bangun sendiri. Ia bilang ia membenci Carletta. Namun, bahkan kebencian itu terasa seperti doa, agar gadis itu tetap hidup dalam pikirannya. Ia bilang ia telah melupakan, tapi setiap malam ia masih memandangi foto lama mereka, seolah waktu bisa berhenti jika ia menatap cukup lama. Hingga suatu hari, hanya karena satu kalimat "Katanya minggu depan ada anak pindahan..." Jantung Ace berdegup tak karuan. Tak ada nama, tak ada wajah, tetapi satu harapan lama tiba-tiba menggeliat dari dasar hatinya. Mungkinkah... itu dia? Ini adalah kisah tentang cinta yang ditinggalkan tanpa pamit, tentang luka yang tak pernah benar-benar sembuh, dan tentang seseorang yang diam-diam... masih menunggu.
All Rights Reserved
#183
mantan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines