"Cinta, pada akhirnya, tidak selalu menemukan rumahnya."
Begitu kata hati ketika bunga yang kubeli dengan harap, hanya tinggal sebagai pajangan diam.
Ia tak menolak, tapi juga tak memeluk.
Seperti doa-doa yang pernah kita lafazkan bersama, kini menggantung tanpa 'amin'.
Barangkali, bukan aku yang Allah takdirkan menuntunnya sampai ke pelaminan.
Tapi aku percaya...
setiap cinta yang tulus, meski tidak bersatu di dunia, akan disaksikan langit dalam sunyi.
Maka biarlah bunga itu tinggal sebagai saksi,
bahwa pernah ada rindu yang tak sempat pulang.
Pernah ada kasih yang menunggu di ujung haflah -
namun hanya dijawab dengan senyum tipis dan langkah menjauh.
Dan jika suatu hari ia membaca ini, atau sekadar mengenangnya dalam diam...
Semoga ia tahu, bahwa aku mencintainya bukan karena ingin memiliki,
tetapi karena aku ingin menjadi bagian dari doanya yang paling rahasia.
Moh Rifqi Alfiansyah
Todos los derechos reservados