Terimakasih Yang, Tidak Pernah Sampai

Terimakasih Yang, Tidak Pernah Sampai

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 28, 2025
Kami bertemu di waktu yang tidak tepat, seperti dua kereta yang berpapasan di tengah malam, masing-masing menuju arah yang berbeda. Kadang kami bersinggungan, kadang kami hanya melihat pantulan wajah satu sama lain di jendela masing-masing. Lalu hilang. Aku tidak menuliskan buku ini untuk membuatnya kembali. Tidak juga untuk menagih sesuatu yang dulu tidak sempat selesai. Buku ini kutulis karena beberapa hal memang lebih layak diabadikan dalam kata, bukan dipaksa berakhir bahagia dalam kenyataan. Mungkin, ini bukan cinta. Tapi kalau bukan, mengapa ia tinggal begitu lama di kepala? Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Yang aku tahu, perasaan ini tidak pernah benar-benar hilang. Ia hanya mengecil ukurannya. Seperti baju lama yang masih kusimpan di lemari, bukan untuk dikenakan lagi, tapi untuk dikenang.
All Rights Reserved
#59
isikepala
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • President's Wife
  • GUMI [Completed]
  • 𝐇𝐈𝐒 𝐒𝐖𝐄𝐄𝐓𝐒𝐔𝐆𝐀𝐑
  • El and Jerganio (End)
  • Kamu Hanya Milikku
  • The Cold Ceo's Hidden Heir ( END )
  • Skyline Marriage
  • Heyu : Second Gear

Dewandra telah memantapkan hati untuk tidak pernah menikah. Selama 25 tahun, ia mengabdikan hidup sebagai tentara setia demi melindungi negara. Hingga di usia 41 tahun, ia diangkat menjadi pemimpin tertinggi-menyandang status RI 1. Dua tahun menjabat pasca-lengsernya sang ayah yang merupakan Presiden ke-8, Dewandra tetap tak sedikit pun terusik oleh bayangan pernikahan. Namun, takdir rupanya punya rencana lain. Pada perayaan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025, matanya tak sengaja menangkap sosok gadis berkebaya putih dengan kain batik merah. Rambutnya tergerai indah, dihiasi senyum manis yang menawan. Meski hanya tatapan sekilas, wajah itu seolah tertanam permanen dalam ingatannya. Gadis itu adalah Natasha Aira Van-dijk Chandramukhti-putri tunggal dari salah satu menteri di kabinetnya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines