ALUNA
  • WpView
    Reads 111
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 24, 2026
Based on true story. "Ada yang bilang, masa SMA adalah masa paling indah. Tapi buat Aluna, keindahan itu tidak pernah sesederhana kelihatannya." Aluna Davira Esmara tidak pernah menyangka kalau lulus SMA berarti harus melepas banyak hal sekaligus-tawa, kebiasaan, bahkan seseorang yang diam-diam menempati ruang di hatinya. Bersama Zahran, sahabat yang semua orang kira lebih dari sekadar teman, dan bayangan seseorang yang hanya berani menatap dari kejauhan, Aluna belajar kalau dunia setelah sekolah tidak lagi sama. Tapi hidup selalu punya cara untuk mempertemukan kembali, entah dalam bentuk yang sama... atau sudah benar-benar berbeda. Ini bukan sekadar cerita tentang perpisahan, tapi tentang menemukan diri sendiri, tentang jatuh cinta di waktu yang salah, dan tentang keberanian untuk membuka lembaran baru. Karena kadang, yang kita kira berakhir... baru saja dimulai. *** 🚫DILARANG MENGCOPY CERITA INI KARENA ADA TUNTUTAN YANG BERLAKU❗🚫 ⓒ Lampung, 28 Juli 2025 | 𝗦𝗮𝗿𝗮𝘀𝘄𝗮𝘁𝗶
All Rights Reserved
#3
zahran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines