Di Antara Seragam dan Janji

Di Antara Seragam dan Janji

  • WpView
    Reads 3,165
  • WpVote
    Votes 169
  • WpPart
    Parts 93
WpMetadataReadComplete Sat, Jul 4, 2026
Jangan lupa Vote yah .. vote gratis kok. Makaciihhhh.. "Kesalahan terbesarku adalah mencintai seseorang yang waktunya milik negara, dan dia milik Tuhan-Nya" - Gita, Di Antara Seragam dan Janji - 2025 Cerita ini bukan hanya tentang cinta antara dua insan yang berbeda. Ini adalah kisah tentang pengorbanan, pilihan, dan keberanian untuk tetap mencintai... bahkan saat dunia tak mengizinkan. Kalau kamu suka cerita ini, jangan lupa vote & komen ya. Itu bikin aku semangat buat nulis 💛. Happy reading 💓 High Rank : Rank #3 Ceritapopuler 20-08-2025 Rank #1 Ceritapopuler 30-08-2025 Rank #1 Halodek 12-10-2025 Rank #3 Daniel 07-12-2025 Rank #1 Bedaagama 16-12-2025 Rank #2 Cintabedaagama 08-02-2026 Rank #1 Cintaedaagama 18-02-2026 Rank #1 relawan 13-04-2026
All Rights Reserved
#264
baper
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Almost Married (END)
  • The Last Yes!
  • De Andere Weg (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Chasing Sanara
  • The Villain Mother
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Nala dan Mas Juragan
  • Revenge Marriage (SELESAI)

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines