Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
Cincin di Ujung Waktu

Cincin di Ujung Waktu

  • WpView
    Leituras 50
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Capítulos 7
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, ago 23, 2025
WpInfo
Ficção
Romance
Sebuah kisah cinta yang sederhana, tapi bertahan selamanya. Eno dan Arif bertemu di usia remaja. Dari obrolan ringan di kedai dekat sekolah, sampai ke cincin yang terbuat dari sedotan plastik - cinta mereka tumbuh dari hal-hal kecil Namun hidup tak selalu sejalan dengan harapan. Mereka pernah terpisah. Pernah saling diam. Pernah merasa saling kehilangan. Bertahun-tahun kemudian, janji yang dulu terdengar seperti candaan, akhirnya ditepati dalam bentuk cincin berlian dan pelukan yang tak lagi ragu. Ini adalah kisah tentang tumbuh bersama, tentang jatuh dan memilih kembali, dan tentang bagaimana cinta bisa tetap hidup - meski harus menunggu. Cincin dari Sedotan bukan sekadar cerita cinta, tapi pengingat bahwa hal kecil yang tulus... bisa menjadi janji terbesar dalam hidup.
Todos os Direitos Reservados
#43
lamaran
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo