Behind the Spotlight

Behind the Spotlight

  • WpView
    Reads 348
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 30, 2026
WpInfo
Fanfic
TOMORROW X TOGETHER (TXT)
ITZY
NCT
Di dunia yang serba teratur, tak ada ruang untuk seorang idol jadi "manusia biasa." Kim Chaeyoung, Idol papan atas yang dikenal hangat dan ramah, menyimpan rahasia yang bahkan penggemar terdekatnya pun tak pernah tahu - tentang siapa dirinya sebenarnya, tentang siapa keluarganya, dan tentang persahabatan rahasia lintas agensi yang sudah ia rawat sejak lama, Semua bersembunyi di balik cahaya panggung Semua berubah ketika sebuah proyek world tour ambisius menyatukan para idol dari berbagai generasi di satu panggung. Di sanalah semua sisi "normal" mereka mulai terkuak - tawa, genggaman tangan, persaingan, cinta, hingga luka. Di balik sorotan, mereka menyembunyikan lebih banyak daripada yang dunia kira. Satu panggung. Banyak mata. Banyak cerita yang tak lagi bisa disembunyikan. Dan bagi Chaeyoung, satu genggaman tangan kecil di balik panggung membuka sesuatu yang bahkan ia sendiri tak pernah sangka: kadang, rahasia yang paling kita jaga justru rahasia yang ingin dunia tahu. ✨ Di balik sorotan, siapa mereka sebenarnya?
All Rights Reserved
#35
stage
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 失恋  Shitsuren
  • CC'd by Fate (END)
  • The Darkest Heart
  • Against The World Of Entertaiment Season I
  • Calculated Heartbreak
  • 우리의 봄
  • You Are My Future
  • Kilauan cahaya
  • REINKARNASI
  • WELCOME TO 2026 LIEUTENANT

"Hinata..." suaraku terdengar serak, hampir seperti geraman rendah di tenggorokan. "Aku tidak akan bisa menahan diriku lagi malam ini. Jika aku memulainya... aku tidak akan berhenti." Bukannya mundur, Hinata justru mengambil napas dalam. Jemarinya yang gemetar bergerak ke kerah gaun tidur lavendernya. Dengan gerakan pelan yang seolah menyiksa waras kepalaku, dia membuka ikatan bajunya, membiarkan kain itu melosot turun dari bahunya yang putih porselen. Di bawah penerangan yang minim, kulitnya tampak begitu kontras dengan kegelapan malam. "Aku tidak memintamu untuk berhenti, Naruto-kun," bisiknya, suaranya bergetar hebat namun penuh kepasrahan yang mutlak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines