Diary Anak Pertama (TERBIT)

Diary Anak Pertama (TERBIT)

  • WpView
    Reads 1,673
  • WpVote
    Votes 356
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadComplete Sat, Sep 27, 2025
WpInfo
Non-Fiction
Cerita ini nggak akan ngajak kamu keliling dunia, nggak juga nyeritain dongeng indah yang selalu berakhir bahagia. Tapi kalau kamu mau tahu gimana rasanya berdamai dengan diri sendiri, ngerasain patah hati yang diem-diem dibawa tidur, atau ngalamin hari-hari biasa yang ternyata beratnya luar biasa-maka kamu udah nemu buku yang tepat. Ini bukan buku pintar. Bukan juga buku motivasi. Tapi di dalamnya, ada lembaran-lembaran yang ditulis pas mata sembab dan hati sesak. Ada halaman yang ditulis pas senyum gak bisa ditahan karena hal kecil yang ternyata bisa sebahagia itu. Kadang nggak runut, kadang acak, tapi semuanya jujur. Nggak disaring, nggak dibuat-buat. Ada hari di mana aku ngerasa semuanya sia-sia. Ada juga malam yang aku tulis sambil mikir: "Emang aku sepenting itu ya buat orang lain?" Tapi besoknya, aku bangun dan nulis lagi. Karena meskipun dunia nggak peduli, aku tetap pengen punya tempat buat cerita. Buku ini tahu kapan aku pura-pura kuat. Dia tahu kalau kadang aku bilang 'baik-baik aja' padahal rasanya pengen hilang sebentar. Dan anehnya, dia nggak pernah nge-judge. Dia cuma diam... tapi justru itu yang bikin aku terus balik dan nulis lagi. Jadi, kalau kamu nemu buku ini... anggap aja kamu lagi baca hati seseorang yang selama ini pandai menyembunyikan segalanya sambil tetap senyum di depan semua orang. "orang lain berhak tau ceritaku selama ini"
All Rights Reserved
#21
spektakulervol2
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANAK PEREMPUAN PERTAMA
  • Cinta Beda Agama
  • cerita anak sekolah
  • 5 CM [SELESAI]
  • Cerita Sedih
  • Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
  • i will always be with you ( shinbi house)
  • Kumpulan Quotes
  • Collider ✔
  • Rumah tentang Ayah

Tertawa untuk menyembunyikan luka, bercanda untuk mengalihkan kekacauan nya pikiran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines