Alister

Alister

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 29, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
SINOPSIS "Aku takut, Ra. Takut suatu hari kamu juga akan lupa nama aku. Bukan Alister. Tapi Astrael." "Al, aku cuma pengen kamu bahagia, meski cuma sehari aja jadi diri kamu yang asli." "Gue pengen tinggal lebih lama, tapi gue capek jadi bayangan. Maaf. Tapi akhirnya gue bisa pulang." Alister hidup dalam sepi yang tak bersuara, di tengah rumah yang tak mengenalnya. Setiap hari, ia berjalan dalam hujan-nyata ataupun tidak-dengan bayangan masa lalu yang tak pernah benar-benar pergi. Namun di antara semua kehilangan, Alara datang. Gadis yang tidak pernah salah menyebut namanya. Gadis yang membuatnya merasa cukup di dalam dunianya berisik. "Rumah itu bukan tempat, Al... tapi orang. Dan aku harap, suatu hari nanti, kamu bisa pulang ke rumah kamu yang sebenarnya." "Kalau pun rumah itu suatu saat terbentuk, aku mau kamu yang jadi rumah itu, Alara. Rumah untuk Alister berteduh dari badai hatinya." ••• WARNING Jangan dicopy ya, maklumin kalau masih amatir. Thankyou... 💖
All Rights Reserved
#39
alister
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines