Orange Sun [Hindia Belanda]
NOTE:
Fiksi.
Kisah ini sepenuhnya karya asli saya sendiri, tanpa menyalin cerita orang lain dan saya tidak menggunakan AI. Awalnya ditulis dalam bahasa Inggris dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, jadi maaf kalau terlalu formal atau ada bagian-bagian yang belum dibenerin.
Maaf jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, dll.
Maaf jika ada kesalahan dalam kata, tata bahasa, tanda baca, dll.
----------------------------------------
"Tetapi, salah satu patah hati terbesar aku adalah hari aku kehilangan sahabatku, Werner. Aku tidak pernah membayangkan hidupnya akan berakhir seperti itu. Aku tahu bahwa hidup harus terus berjalan, jadi aku mencoba melupakan semua yang terjadi di masa lalu dan menjalani hidup aku bersama Angelika dan anak-anakku. Tak pernah lagi ku injakkan kaki di negeri itu, ku tinggalkan semua kenanganku bersama Werner dan sahabat-sahabatku disana, Tak pernah lagi ku coba untuk mengingatnya walaupun terkadang ingatan tentang mereka sering terlintas dipikiranku tanpa izin." - Ruben Schouten