My season: Autumn

My season: Autumn

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Wed, Jul 30, 2025
Di kota tua yang dipeluk musim gugur Toronto, Kessy Hagia Zefanya hanya ingin menjalani hari-harinya sebagai staf di hotel megah Xanraise. Tapi takdir membawa langkahnya bertabrakan dengan Rai Lou Nataniel Xan Izajah - pewaris hotel yang wajahnya setampan lukisan, namun hatinya serapuh kaca beku. Rai adalah musim dingin yang menolak mencair. Sombong, dingin, dan terlalu angkuh untuk disentuh. Kessy hanya ingin menjaga jarak, sampai perlahan, ia menyadari: keangkuhan Rai bukan tanpa sebab. Lalu hadir Ricchy-sepupu sekaligus sahabat masa kecil Rai-yang datang seperti matahari di langit yang mendung, membawa kisah lama dan nyawa baru di antara mereka. Di antara linen segar, kopi sore, dan suara daun gugur yang melintasi jendela kaca, hati-hati mereka mulai bicara dalam bahasa yang lebih dalam dari kata. Tiga hati, satu musim gugur, dan rahasia yang mengubah segalanya.
All Rights Reserved
#2
anaktunggalkayaraya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Almost Married (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • The Last Yes!
  • De Andere Weg (END)
  • Chasing Sanara
  • The Villain Mother
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines