Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Single Era

Single Era

  • WpView
    Membaca 63
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Agt 8, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
Di SMA Pelita Nusantara, nama 'Alara Putri Wijaya" selalu identik dengan kesempurnaan. Cantik, cerdas, ketua OSIS, dan putri dari keluarga terpandang. Semua siswa mengaguminya, tapi satu hal tak pernah bisa mereka miliki: hatinya. Alara hidup dalam prinsip Single Era-sebuah fase hidup yang ia pilih sendiri setelah dikhianati oleh cinta pertamanya, Elvan. Baginya, cinta hanya mengganggu tujuan, dan keluarga adalah segalanya. Namun kedatangan Reyven Mahendra Wicakson, siswa pindahan dari sekolah elite, mengguncang dunia yang selama ini tenang. Reyven berbeda. Liar, bebas, dan penuh luka yang disembunyikan di balik senyuman sinisnya. Ia bukan sekadar gangguan - tapi badai. Saat larangan dari orang tua semakin kuat, dan tekanan akademik menyesakkan, benih cinta mulai tumbuh di antara dua jiwa yang bertolak belakang. Namun cinta yang tumbuh di bawah bayang-bayang aturan... jarang bertahan tanpa luka. "Single Era" bukan sekadar kisah remaja biasa. Ini tentang memilih untuk bertahan saat cinta dilarang, tentang menguat saat hati mulai goyah, dan tentang dua anak manusia yang berani mencintai - meski dunia menuntut mereka untuk menyerah. ---
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#30
era
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GRAVARENZO

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan