Xia jatuh ke dalam warna Biran Lian, seorang pria autistik yang menyeretnya untuk bekerja di kedai bebek milik keluarganya. "Aku tidak mau kerja di kedaimu." Biran diam sebentar. "Kedai bukan punyaku." "Terserah punya siapa. Pokoknya tidak mau." "Kamu di rumah saja, goyang." "Goyang apa sih? Aku enggak goyang! Aku enggak butuh kerja. Aku punya uang." "Uang tidak bisa potong daun bawang." Biran bukan dunia yang bisa Xia kendalikan. Mencintai Biran berarti masuk ke ranah yang penuh dengan penerimaan. Cinta memang tidak mengenal kapan dan siapa. Seperti apa bentuk kesempurnaan sejati yang datang dari pria sepertinya?
More details