Ada tawa yang terdengar paling nyaring saat luka paling dalam disembunyikan. Ada pelukan yang terasa hangat meski hati sedang dingin. Ada persahabatan yang terlihat utuh, padahal perlahan-lahan kehilangan bentuknya. Tiga hati saling menggenggam, berjanji untuk tetap bersama meski arah hidup membawa badai yang berbeda. Dari cinta yang tak lagi seindah dulu, keluarga yang tak pernah benar-benar mengerti, hingga pertanyaan-pertanyaan sunyi tentang makna keberadaan. Ketika keheningan menjadi lebih sering daripada kata-kata, dan air mata jatuh saat tak ada yang melihat-mereka belajar, bahwa tak semua perpisahan dimulai dengan kepergian. Dan tak semua luka meminta untuk disembuhkan. Ini adalah kisah tentang diam yang bercerita, tentang cahaya yang perlahan meredup, dan tentang keberanian untuk bertahan dalam temaram.
More details