lintas Waktu di Tanah Mataram

lintas Waktu di Tanah Mataram

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 30, 2025
Malam itu, hujan rintik-rintik jatuh membasahi pelataran Candi Sambisari. Kilat menyambar langit, menyibak gelap yang menggantung di atas tanah tua yang sudah lama menyimpan rahasia. Lima mahasiswa dari fakultas yang berbeda berdiri mematung di depan reruntuhan, terpaku pada simbol aneh yang bersinar samar di batu candi. Mereka tidak tahu bahwa satu langkah lagi akan mengubah hidup mereka selamanya. Tak ada yang benar-benar percaya dengan legenda itu. Bahwa Mataram kuno menyimpan pintu antara masa kini dan masa silam. Bahwa ada janji yang belum ditepati. Dendam yang belum selesai. Cinta yang tak sempat diselamatkan. Dan saat simbol itu bersinar terang, mereka terlempar-bukan hanya dalam ruang, tapi dalam waktu. Ke tanah di mana kerajaan masih berdiri. Ke zaman di mana ilmu hitam berselimut doa, dan takdir ditulis ulang oleh tangan manusia yang haus kekuasaan. Di sana, mereka bukan lagi mahasiswa. Mereka jadi bidak dalam sebuah permainan besar antara cinta, pengkhianatan, dan nasib yang diwariskan turun-temurun. Tanah Mataram memanggil kembali. Dan waktu tidak akan membiarkan mereka pulang... sebelum semuanya diselesaikan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CENAYANG (XingQiu)
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 2
  • TAKDIR DIO HANIM
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 1
  • Hah!Dukun?
  • Sukma Lara [END]
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • TUMBAL PESANTREN

Di bawah gemerlap gedung pencakar langit Shanghai, hantu-hantu modern tidak lagi bersembunyi di sumur tua, mereka bersembunyi di dalam lift, kabel fiber optik, hingga di balik jam tangan mewah. Qiu Dingjie hanya ingin hidup tenang sebagai penjaga toko barang antik milik Li Peien yang eksentrik. Namun, tubuhnya adalah "magnet" bagi roh-sebuah wadah murni yang membuat para hantu rela mengantre demi bisa curhat atau sekadar menumpang lewat. Hidup Dingjie yang berantakan menjadi makin kacau saat Eliot Huang, CEO arogan dengan aura panas yang mampu membakar hantu, datang membawa sebuah kutukan keluarga yang mematikan. Eliot butuh Dingjie untuk bicara dengan leluhurnya, dan Dingjie butuh aura Eliot agar hantu-hantu berhenti menjadikannya bantal guling. Satu kontrak kerja sama terjalin: Eliot menjadi "pelindung fisik" Dingjie, dan Dingjie menjadi "mata" bagi Eliot. Namun, saat rahasia masa kecil yang terkubur mulai terungkap bersama bantuan detektif Jiang Ocean, mereka menyadari bahwa hantu paling menyeramkan bukanlah mereka yang sudah mati, melainkan rahasia yang masih hidup. "Berhenti menyentuhku, Tuan Huang! Aku hanya butuh energimu, bukan lamaranmu!" "Diamlah, Dingjie. Roh di belakangmu bilang kau suka kalau aku menggenggam tanganmu seperti ini."

More details
WpActionLinkContent Guidelines