The Lines We Write

The Lines We Write

  • WpView
    Reads 282,516
  • WpVote
    Votes 24,432
  • WpPart
    Parts 53
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 19, 2026
[Mengandung muatan yang tidak cocok untuk dibaca anak di bawah umur. Baca part Moodboard dan Catatan terlebih dahulu!] Baskara Kamandaka Wibisono, calon presiden termuda sepanjang sejarah modern republik, terancam kehilangan suara. Perdebatan sengit dengan ketua tim kemenangannya hanya meninggalkannya dengan dua pilihan: menerima kehadiran Kiara, orang yang akan menjadi otak di balik pidato-pidatonya, atau kehilangan kariernya. Di sisi lain, Kiara harus mengambil satu keputusan besar: melanggar sumpahnya dengan menerima tawaran menjadi dalang di balik suara yang membuat Baskara terdengar lebih manusia, atau mempertahankan idealismenya dan kehilangan dunianya. Masalahnya, bagi Kiara Pramidita, keberadaan Baskara Kamandaka Wibisono di kancah politik nasional sendiri adalah sebuah kutukan. Pria itu adalah simbol dari betapa kotor dan menyedihkannya politik negerinya, sekaligus arsitek di balik hancur dunianya lima tahun yang lalu. Kehancuran yang membuatnya bersumpah tidak akan menginjakkan kaki di dunia politik lagi. Ketika keduanya harus bekerja sama, mampukah mereka saling percaya untuk memenangkan negara, tanpa melangkahi garis tipis yang memisahkan rasa? *** DISCLAIMER: Cerita ini hanya fiktif belaka. Kesamaan nama, tempat, kejadian, atau karakter hanya sebuah kebetulan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fallen Light
  • Chasing Maybe
  • Pangeran Cinta
  • A TASTE OF HOME
  • City Lights, Legal Fights
  • RESILIENCE
  • Lost Spark
  • Fallen Heart
  • STILL IN CACHE
  • Di Tengah Kelindan Semu

Lima tahun menghilang dari publik setelah kecelakaan tragis yang merenggut nyawa Jiwa Amandara Latif alias Dara, tunangannya sekaligus menghancurkan karirnya sebagai atlet renang, Anarghya Baskara alias Aghya terpaksa kembali ke Jakarta untuk melanjutkan konglomerasi agrikultur milik keluarganya dan menerima tongkat estafet sebagai perwakilan Baskara dalam Catur Bhumi-aliansi empat keluarga paling dominan dan berpengaruh di Indonesia. Aghya pikir hal yang paling menakutkan baginya adalah menghadapi memori bersama Dara yang tertinggal di sudut Jakarta. Hingga pertemuannya dengan Nadi Indira Latif alias Dira, adik dari tunangannya, mengguncang semuanya. Dira seharusnya tetap menjadi "adik" baginya. Namun entah sejak kapan, ada perasaan asing yang diam-diam merangsek di dadanya. Dan kali ini, Aghya tak yakin ia mampu mengabaikannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines