We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Life and Destiny ( Hidup dan Takdir)

Life and Destiny ( Hidup dan Takdir)

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 31, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Life and Destiny" adalah kisah tentang cinta yang tumbuh pelan, persahabatan yang setia, dan takdir yang tak bisa ditebak. Melody Elshabara Ulfi, gadis pendiam yang mencintai menulis, bertemu dengan Albiru Rafly Zauqi, lelaki tenang yang lebih suka bicara lewat puisi. Mereka tidak saling mencari, namun saling temukan, perlahan membaca satu sama lain dalam diam. Bersama dua sahabat mereka, Liza dan Rio, mereka menjalani hari-hari di kampus yang penuh percakapan, keheningan, rindu, kehilangan, dan keputusan-keputusan besar. Di tengah tugas, jarak, magang, dan rencana hidup yang tak selalu sejalan, mereka belajar "bahwa cinta bukan tentang letupan awal melainkan tentang siapa yang tetap tinggal saat semua menjadi sunyi". Sebuah cerita yang manis, hangat, dan mendalam tentang menjadi dua, tapi tetap satu. Note : Belum revisiii... cerita nya juga masih absurd banget karena msh pemula heheheh. maaf klo msh ada kesamaan alur.. dari cerita tersebut... but ini cerita aq buat sendiri... yahhh :) Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines