Chasing Sanara

Chasing Sanara

  • WpView
    Reads 4,083,600
  • WpVote
    Votes 147,409
  • WpPart
    Parts 91
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Jul 6, 2026
[FIRST STORY - BELUM DIREVISI] Alur lambat. Di mohon sabar‼️ Baca dengan bijak! Sanara Jingga baru saja kehilangan segalanya. Kekasih yang ia cintai berselingkuh, dan yang mengkhianatinya justru sahabatnya sendiri. Belum sempat bernapas dari luka itu, hidupnya kembali dihantam: sang ayah terlilit utang besar, dan Sanara terjerembap ke jurang keputusasaan. Dalam malam paling gelap dalam hidupnya, saat isaknya tak lagi bersuara, sahabatnya iseng bercanda. "Daftar sugar baby aja, San. Siapa tahu ada om-om kaya." Sanara sempat tertawa lirih. Tapi diam-diam, dia benar-benar mendaftar di sebuah aplikasi bernama LustLink. Dia tidak ingin. Tapi dia butuh. Dan pria pertama yang memesannya adalah Reihan Kastara Sanataji--kakak kandung dari mantan kekasihnya sendiri. Bagaimana mungkin Sanara harus menyerahkan ciuman, sentuhan bahkan tubuhnya, kepada pria yang seharusnya ia jauhi? Tapi di dunia LustLink, setiap dosa punya harga. Dan bagi Sanara, harga itu adalah keputusasaan, dan hatinya yang perlahan ia relakan. start: 15 Agustus 2025 finish: 21 Mei 2026 ● Cover from Pinterest
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain's Mother
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • De Andere Weg (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Almost Married (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Chasing Sanara
  • The Last Yes!

Ngintip doang nih? 😗 🔞 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines