HARQEL "Dear Zealin"

HARQEL "Dear Zealin"

  • WpView
    Reads 81,898
  • WpVote
    Votes 3,805
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 3, 2025
Cerita ini hanya fiksi yang terinfirasi dari kisah HARQEL ~Aqila calista as syakila Zealin Calista ~ Harri Vhaugan as Herven Albern Vaughan Kisah syakila zealin calista (Zea) seorang gadis yang selalu merasa kesepian ia menutupi rasa sepinya dengan menjadi sosok yang ceria kuat pemberani bawel blak blkan kadang sedikit amsrud . Ia melupakan rasa sepinya dengan cara menari Dance hobi dari kecil. Anak tunggal kaya raya tapi broken home. Herven adalah sosok laki laki yang tampan tinggi tapi pendiam dan misterius ia adalah seorang hacker dan pewaris perusahaan ternama. Ia mencintai zealin sedari kecil . Ia akan selalu tau tentang zealin namun tidak sebaliknya. ~peran pendukung *Fatan fernan syah *moreo arya alvern *viona gizela (vio) *rosi nicol azara (shisy) *wili *raisa meri abiyasa *cantika maurin *joana vizela *vicky arleta *Aluna marin *evan *nael
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines