Clash of Class

Clash of Class

  • WpView
    Leituras 22
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, jul 31, 2025
SMA Putra Mahadipa adalah benteng eksklusif bagi anak-anak kaum elit-hingga pemerintah memaksa gerbangnya terbuka untuk siswa beasiswa. Raskara Watuaji, anak dari kalangan menengah ke bawah yang diterima masuk berkat kecerdasannya, menjadi satu dari sekian anak non-elit yang berkesempatan untuk bersekolah di sana. Tapi diterima secara administratif tidak berarti diterima secara sosial, ia hidup sebagai warga kelas dua, terasing di tiap langkah. Ketika Ketua OSIS mengundurkan diri, secercah harapan pun muncul. Raskara menjadikan momentum itu untuk membawa angin segar, mewujudkan sekolah yang inklusif tanpa diskriminasi sosial. Namun, usahanya itu dihadang oleh Drestanta Wijaya, elit sejati yang tak rela tatanan lama runtuh. Keduanya mendukung kandidat yang sejalan dengan kepentingan mereka masing-masing. Pertarungan memperebutkan kursi OSIS berubah menjadi perang proksi brutal yang menyeret SMA Putra Mahadipa dari kedamaian rapuh menuju perang total.
Todos os Direitos Reservados
#456
tawuran
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  •  "The Protector's Legacy: Love, Chaos, and the Choi Heirs
  • The Baby Of Valderic
  • Terasingkan (On Going) (Slow Update)
  • Just A Name
  • Stay with you? Really?
  • Ferrell Harland Natio
  • Transmigrasi: Dion or Daniel
  • Changed || Caine Chana || FANFIC || S2 ON GOING
  • Force to Marry the Devil
  • Heir of 24 Hours

Jennie mendengus, lalu masuk ke dalam mobil. Saat Lisa hendak duduk di kursi depan samping supir, Jennie tiba-tiba bersuara. "Siapa bilang kau duduk di depan? Kau duduk di belakang, di sampingku. Aku ingin melihat seberapa hebat 'pahlawan' pilihan Appa ini saat aku sedang merasa bosan," perintah Jennie dengan nada meremehkan. Lisa terdiam sejenak, lalu mengangguk. "Baik, Nona."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo