Hei, RANYA! (End)

Hei, RANYA! (End)

  • WpView
    Reads 75,790
  • WpVote
    Votes 3,678
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 10, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Start : 29-07-2025 End : 28-08-2025 [FOLLOW SEBELUM MEMBACA] [DIWAJIBKAN TINGGALKAN JEJAK DI SETIAP BAB!] "Takdir kamu disini. Dan dunia asli kamu memang disini." *** Bagaimana jadinya seorang Ranya Anasya si pecinta cogan masuk ke dalam tubuh seorang figuran di novel yang baru saja ia tamatkan semalam? Kalian penasaran peran figuran yang dimasuki oleh Ranya? Maka, kalian harus menelan kecewa karena figuran itu sama sekali tidak mendapat peran. Mungkin jika itu di dunia nyata, si figuran itu di sebut sebagai penonton. Lalu, bagaimana kehidupan Ranya di tubuh seorang gadis yang juga memiliki nama sama sepertinya? "Mumpung gue ada di dunia fiksi, ngeharem aja gak sih?" *** Warning! Semua hal yang terjadi disini hanya karangan belaka (fiksi). Semua nama tokoh, alur, judul, dll itu murni ideku sendiri. Jika ada kesamaan dari semua itu, aku minta maaf banget, karena cerita ini memang berdiri atas ide aku sendiri. 🥇ranya (04/08/2025) 🥇ahs (13/08/2025) 🥈🥇tanpaperan (04/08/2025) / (13/08/2025) 🥉🥈orangkaya (13/08/2025) / (25/08/2025) Cover by Canva.
All Rights Reserved
#208
masuknovel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT (HIATUS)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines