Mnemosyne | norenminhyuck ft chenren

Mnemosyne | norenminhyuck ft chenren

  • WpView
    Reads 104
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 5, 2025
Ardhanara Raka Atmadjaya. Memikul semua beban sendiri karena dirinya lahir lebih dulu dan menjadi kakak unntuk 3 kembarannya, dia memiliki beban yang besar. sebagai seorang kakak renjun selalu memastikan kehidupan para adiknya tercukupi, Jeano, Jeako, Jeanata. Tetapi tanpa dirinya sadari, ketiga adiknya terabaikan. Mereka mencari hal yang tidak pernah didapatkan dengan berbuat kenakalan yang membuat resah dan terancam dikeluarkan. Saat itu juga, hubungan mereka benar-benar retak hingga mereka beranjak dewasa membawa dendam dan membalaskan dendam dengan renjun yang mulai menemukan kebahagiaannya. Mereka berjanji pada diri mereka akan menghancurkan apapun yang membuat renjun bahagia hingga nafas terakhirnya. Namun siapa sangka, setelah mereka tau kebenaran yang dikubur dalam-dalam olehnya yang berbaring dengan tenang di dalam peristirahatan terakhirnya, mereka berlutut dan mengutuk diri, andai ada kesempatan kedua itu benar-benar ada, akan mereka pastikan untuk bersujud meminta ampun dengan kembaran mereka. Namun itu semua tidak akan terjadi bukan? "Maafkan kami ren, tolong maafkan kami." "Tolong, maafkan kami." "Maafkan kami... tolong..."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • I Want to Live [END]
  • Second
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [SEGERA TERBIT]
  • The King & The Doctor
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • Given || Ju Jihoon
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines