Not by Blood Alone

Not by Blood Alone

  • WpView
    Reads 32,972
  • WpVote
    Votes 1,793
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 10, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Mereka tumbuh tanpa pernah memanggilnya ayah, dan Leonard Alvendra tak pernah membayangkan bahwa mencintai mereka akan terasa seperti ini. Setelah kepergian sang ibu, Keiandra dan Keivan saudara kembar dengan kepribadian bertolak belakang harus tinggal bersama ayah kandung yang selama ini terasa asing. Leonard, pria dingin dan berpengaruh, lebih terbiasa memberi perintah daripada pelukan. Keiandra diam dan sulit dibaca. Keivan hangat dan selalu tahu cara membuat orang tertawa. Mereka kembar tapi tak pernah benar-benar sama. Dan di antara mereka bertiga, tak ada yang benar-benar tahu bagaimana cara menjadi keluarga. Namun tidak semua ikatan lahir dari darah. Beberapa tumbuh dalam diam. Dalam tatapan. Dalam satu kursi kosong di samping seseorang... yang perlahan menjadi tempat pulang.
All Rights Reserved
#63
fatherandson
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines