Off Script, On Love

Off Script, On Love

  • WpView
    Reads 390
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing3h 56m
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 27, 2026
Seo Junha, aktor yang sudah terkenal sejak ia masih belia, hampir semua orang pasti mengenalnya. Akting menangisnya saat ia masih kecil di drakor merupakan yang paling diingat. Dan kini, dirinya sudah berumur 28 tahun. Bertemu dengan perempuan yang sudah ia tetapkan sebagai orang yang akan ia jadikan pasangan. Tapi masalahnya perempuan ini terlihat ambigu. Jarak yang tercipta antara mereka, si aktor terkenal dengan aktris pemeran pembantu, membuat Cheon Sarang lebih baik tidak berhubungan dekat dengan Junha. Dan berada di satu syuting yang sama, membuat mereka mau tidak mau jadi semakin dekat. Jadi? Bisakah hubungan mereka berjalan? cover from @vmndetta
All Rights Reserved
#11
script
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Once A Time
  • Who Are You?
  • Aurorabilia
  • The Reason We Broke Up
  • Buku Harian Orang Gila (Buharla)
  • Pembaca yang Tahu Segalanya [Vol. 04]
  • B.L.I.N.D | O.S.H+ P.C.R (Malay Fanfic) (COMPLETE)
  • Unexpected Life [Day6 YK] | ✔
  • Merajut Asa
  • Asmaraloka Saptakāla

Rasanya menyakitkan kala angin berhembus menerpa tubuhnya. Rambut panjangnya berkibar dan ia memejamkan mata. Menghirup napas dengan rakus seakan paru-parunya menyempit. Matanya kembali terbuka, menatap lurus langit hitam di atasnya. Tidak ada bintang. Bahkan bulan enggan muncul. Yang ada hanya gumpalan awan yang sesekali diterangi nyala kilat. Ia menelan ludah. Tangannya yang mencengkeram pagar besi sebatas pinggang di belakangnya perlahan melemah. Ia siap sekarang. Sangat siap untuk apapun yang menghantam tubuhnya di bawah sana nanti. Kedua bola matanya memandang ke bawah. Ramai oleh lampu-lampu mobil yang bergerak, juga terangnya gedung-gedung yang lebih pendek di sekitarnya. Tangannya terlepas, terentang lebar menyambut deru angin yang hampir merusak gendang telinganya. Ia memejamkan mata. Tubuhnya terayun ke depan...

More details
WpActionLinkContent Guidelines