Negeri yang Tak Pernah Salah

Negeri yang Tak Pernah Salah

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 1, 2025
Kumpulan cerpen ini merangkum kisah-kisah getir dari orang-orang biasa yang mencoba bertahan di tengah gelombang kepalsuan, tekanan sistem, dan sunyi yang menyiksa. Mereka tidak punya kekuasaan, tapi memiliki sesuatu yang lebih langka: keberanian untuk bertanya, "Apa ini benar?" Di antara halaman-halamannya, kamu akan menemui dunia yang terasa dekat: kantor-kantor kecil yang penuh bisik-bisik, desa yang pura-pura damai, dan ruang-ruang hati yang perlahan patah. Cerita-cerita ini tidak menawarkan kepahlawanan, melainkan kejujuran yang sering kali harus diam-diam disembunyikan. Ini bukan tentang menang atau kalah. Tapi tentang bagaimana seseorang tetap berdiri - meski dunia tak melihat, dan sejarah tak mencatat.
All Rights Reserved
#327
sastraindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝔈𝔱𝔥𝔬𝔩𝔬𝔤𝔶 𝔬𝔣 𝔇𝔦𝔰𝔰𝔬𝔠𝔦𝔞𝔱𝔦𝔬𝔫 || Jayhoon (Pending)
  • TC: Teratai Putih Kembali Populer [END]
  • The Butterfly's Mask: ( Jaeyong ) - END
  • I Am In Novel?!!
  • Sorry Mr. Husband (END)
  • Male lead Antagonist
  • Murid Sialan

Sunghoon, seorang psikiater muda berbakat, mendapat tugas khusus dari dokter senior yang juga menjadi mentornya: menangani seorang pasien dengan Dissociative Identity Disorder (DID). Kasus ini bukan kasus biasa, pasien bernama Jay tersebut memiliki tujuh kepribadian berbeda, masing-masing dengan sifat, emosi, dan cara berpikir yang saling bertolak belakang. Awalnya, Sunghoon menganggap ini sebagai tantangan profesional semata. Namun, seiring sesi terapi berjalan, satu per satu kepribadian Jay mulai muncul, membuka lapisan demi lapisan trauma masa lalu yang selama ini terkubur. Setiap kepribadian membawa potongan cerita yang berbeda. Ada yang protektif, ada yang agresif, ada pula yang rapuh seperti anak kecil. Tanpa disadari, Sunghoon mulai terjerat lebih dalam. Ia menemukan bahwa trauma Jay memiliki keterkaitan dengan masa lalunya sendiri-sebuah benang merah yang seharusnya mustahil ada antara dokter dan pasien. Hubungan profesional perlahan berubah menjadi konflik batin yang rumit, mempertanyakan batas antara empati, tanggung jawab, dan rasa bersalah. Ketika kebenaran akhirnya terungkap, sebuah plot twist besar mengguncang segalanya: hubungan antara Sunghoon dan Jay jauh lebih dekat daripada yang mereka bayangkan. Masa lalu yang terputus kini menuntut jawaban, dan proses penyembuhan tidak lagi hanya tentang Jay, tetapi juga tentang Sunghoon sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines