"Temenan Tanpa Status"
Saat dunia menuntut kepastian, kami memilih berjalan berdampingan dalam ketidakpastian-bukan karena tak cinta, tapi karena terlalu dalam.
Ia adalah Ceisya, perempuan yang selalu tahu caraku diam. Dan aku... hanyalah seseorang yang terlalu sering mengalah pada sepi. Kami memasak bersama, tertawa di tengah malam, dan saling memeluk luka tanpa pernah berani memberi nama pada rasa.
Novel ini bukan kisah cinta biasa. Ini adalah catatan tentang dua jiwa yang menemukan rumah dalam satu sama lain, tapi terlalu takut untuk menetap. Tentang kehilangan yang tak pernah diumumkan, dan pertemuan yang tak pernah direncanakan.
Sebuah perjalanan emosional, reflektif, dan jujur-tentang mencintai tanpa memiliki, dan memilih bertahan meski tak pernah diminta menunggu.
All Rights Reserved