From Wiltshire, With Love

From Wiltshire, With Love

  • WpView
    Reads 604
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 1, 2025
WpInfo
Fanfic
Wizarding World: Harry Potter
From Wiltshire, With Love Karya MistressLynn Draco memotong ucapan Hermione. "Kau boleh mengambil tongkat sihirku, tapi kau tidak mengendalikan aliran informasi di sini. Hidupmu tidak terancam." Granger tersinggung oleh pernyataan Draco. "Hidupku terancam setiap hari." "Begitu juga dengan aku." Draco mendesis balik. "Berikan tongkat sihirku dan jangan terlalu jelas saat menghubungiku." Hermione mengerutkan keningnya. "Aku sudah bilang akan lebih hati-hati下次." Hermione sebaiknya begitu. "Satu hal lagi." "Apa, Malfoy?" Hermione mendesis, masih marah karena belum mendapatkan informasi yang diinginkannya. Draco menunjuk jarinya ke arah Hermione agar dia mengerti betapa pentingnya hal ini. "Kamu harus belajar Occlumency. Jika kamu ditangkap, aku mati." Hermione menatapnya dengan penuh tantangan. "Kita berdua akan mati." Draco tidak bisa membantah itu. Hermione melempar tongkat sihirnya ke lantai dan Disapparated dengan bunyi letupan.
All Rights Reserved
#830
hermione
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • Given || Ju Jihoon
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
  • I Want to Live [END]
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • The King & The Doctor ✓
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • Second
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines