A House, Not a Home || SIYU

A House, Not a Home || SIYU

  • WpView
    Leituras 62
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, ago 1, 2025
Biru Aruna Brinera tak pernah benar-benar tahu apa artinya memiliki rumah. Yang ia tinggali hanyalah dinding kusam penuh retakan, tempat di mana makian lebih nyaring daripada doa, dan tangan lebih sering melukai daripada merangkul. Setiap hari ia berusaha menjadi perisai bagi dua adiknya, meski tubuhnya sendiri berkali-kali menjadi sasaran amarah ayah dan dinginnya sang ibunda. Luka itu tidak berhenti di kulit, ia merambat jauh, menancap dalam hingga ke jiwa. Hingga pada suatu malam, di bawah jalan raya yang lengang dan sunyi, Biru memilih menyerahkan dirinya pada nasib. Satu langkah ke tengah aspal, satu tabrakan yang seharusnya menjadi akhir. Namun takdir rupanya berkata lain. Dari benturan itu, ia justru dipertemukan dengan Halartigan Sean Pangestu-salah satu murid di sekolahnya, sosok asing yang tiba-tiba hadir di antara runtuhnya dunia Biru. Pertemuan itu mungkin tampak kebetulan, seolah hanya sebuah lintasan singkat. Namun di baliknya, terselip tanda bahwa di tengah reruntuhan dan luka yang tak berkesudahan, seseorang bisa saja berarti pulang. Karena rumah bukan sekadar tempat kau dilahirkan... melainkan seseorang yang membuatmu ingin tetap hidup.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu

[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Gravarenzo Kairos Ferdezeus. Meski berwajah datar pemuda tampan yang menjabat sebagai Ketua geng DrakeZeus itu memiliki pembawaan yang tenang. Namun justru ketenangan itulah yang menjadi sumber ketakutan terbesar bagi banyak orang, membuat siapa pun berpikir dua kali untuk berani mengusiknya. Tapi tidak bagi perempuan yang satu ini. Alih-alih gentar untuk mendekat, ia justru menerobos. Meski sadar bahwa perasaan cintanya kerap berakhir dengan penolakan, ia tak pernah memilih untuk menyerah. Hingga akhirnya, sebuah kesempatan hadir, membuka awal baru yang tak pernah disangka oleh keduanya....

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo