A House, Not a Home || SIYU

A House, Not a Home || SIYU

  • WpView
    LECTURAS 72
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, ago 1, 2025
Biru Aruna Brinera tak pernah benar-benar tahu apa artinya memiliki rumah. Yang ia tinggali hanyalah dinding kusam penuh retakan, tempat di mana makian lebih nyaring daripada doa, dan tangan lebih sering melukai daripada merangkul. Setiap hari ia berusaha menjadi perisai bagi dua adiknya, meski tubuhnya sendiri berkali-kali menjadi sasaran amarah ayah dan dinginnya sang ibunda. Luka itu tidak berhenti di kulit, ia merambat jauh, menancap dalam hingga ke jiwa. Hingga pada suatu malam, di bawah jalan raya yang lengang dan sunyi, Biru memilih menyerahkan dirinya pada nasib. Satu langkah ke tengah aspal, satu tabrakan yang seharusnya menjadi akhir. Namun takdir rupanya berkata lain. Dari benturan itu, ia justru dipertemukan dengan Halartigan Sean Pangestu-salah satu murid di sekolahnya, sosok asing yang tiba-tiba hadir di antara runtuhnya dunia Biru. Pertemuan itu mungkin tampak kebetulan, seolah hanya sebuah lintasan singkat. Namun di baliknya, terselip tanda bahwa di tengah reruntuhan dan luka yang tak berkesudahan, seseorang bisa saja berarti pulang. Karena rumah bukan sekadar tempat kau dilahirkan... melainkan seseorang yang membuatmu ingin tetap hidup.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT (HIATUS)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido