We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
TELUH
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing5m
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 2, 2025
WpInfo
Fiction
Horror
KISAH NYATA AKU!! Namaku Nabila. Aku adalah anak pertama dari pernikahan ibuku dan ayahku. Tapi hidupku jauh dari kata sederhana. Sebelum menikah, ibuku adalah seorang janda dengan satu anak. Ayahku, seorang duda dengan dua anak, bekerja di kantor yang sama dengan ibu. Mereka menikah setelah sama-sama melewati luka, berharap membangun hidup baru. Tapi tak semudah itu. Secara hukum negara, ayahku sudah bercerai, tapi administrasi kantor belum selesai. Selama setahun, 30% gaji ayah masih mengalir ke mantan istrinya. Setelah semua resmi, uang itu berhenti. Lalu aku lahir-tumbuh di sebuah rumah sederhana di pesisir selatan, jauh dari kota. Aku hidup bersama kakak tiriku dan kakakku dari ibu. Meski berbeda darah, kami sangat akrab. Pantai, sawah, dan jalanan sepi menjadi saksi masa kecil kami yang hangat. Tapi seiring waktu, rumah itu berubah. Suasana menjadi dingin dan berat. Ada suara-suara aneh, mimpi buruk, dan rasa tidak aman yang tak bisa dijelaskan. Saat itulah aku sadar-keluargaku sedang menjadi sasaran sesuatu yang lebih dari sekadar masalah biasa. Ini adalah kisah tentang teluh. Tentang dendam lama... yang datang untuk menghancurkan kami.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rindu Itu Luka
  • ATHASYA [TERBIT] ✓
  • Bunga Yang Dibenci
  • Dia Selamat, Tapi Kenapa Dia Tak Datang Cari Aku?
  • Aleya
  • WHEN MR. PERFECTIONIST FALL IN LOVE..
  • SUARA DARI SEPARUH JIWA
  • Reninkarnasi ketubuh gadis malang
  • 𝐑𝐚𝐡𝐬𝐢𝐚 𝐓𝐞𝐫𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫 𝐑𝐚𝐲𝐪𝐚𝐥 ∆ 𝐂
  • Rana Bersandar Senja (HIATUS)

Adira, si manja berusia 14 tahun, hanya tahu dunia yang indah dan serba cukup. Hidupnya penuh gelak tawa dan makanan kegemaran. Jennie, kakak sulung yang tegas dan pendiam, menjadi benteng utama keluarga. Mereka dibesarkan oleh seorang ibu tunggal yang cekal, Puan Azirah, dan seorang nenek penyayang yang sentiasa menabur nasihat. Namun, apabila Nenek Syirah pergi menghadap Ilahi, hidup mereka berubah sekelip mata. Kehilangan itu membawa sekali beban lama - pemungut hutang ayah mereka muncul semula, menuntut rumah yang menjadi tempat berlindung selama ini. Mereka dipaksa berpindah ke kampung, ke rumah kecil yang tidak pernah mereka bayangkan. Dalam serba kekurangan, kasih sayang diuji. Adira mula memberontak. Kata-kata kesatnya menjadi duri dalam hati Puan Azirah, sehinggalah satu tragedi hitam meragut nyawa ibu mereka. Tinggallah Jennie dan Adira berdua, menanggung luka yang tidak terubat. Jennie, walau masih muda, memilih untuk berhenti sekolah demi menyara adiknya. Adira yang dulu keras kepala, kini terpaksa belajar erti kehilangan dan pengorbanan. Walau dihimpit keperitan, kasih seorang kakak tidak pernah luntur. Kerana Jennie percaya, setiap yang berlaku adalah qada dan qadar Tuhan. --- "Kisah tentang kehilangan, pengorbanan dan kasih sayang yang tidak pernah putus walau dunia terasa runtuh. Sebuah perjalanan emosi yang akan tinggal di hati pembaca."

More details
WpActionLinkContent Guidelines