TELUH
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing5m
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 2, 2025
KISAH NYATA AKU!! Namaku Nabila. Aku adalah anak pertama dari pernikahan ibuku dan ayahku. Tapi hidupku jauh dari kata sederhana. Sebelum menikah, ibuku adalah seorang janda dengan satu anak. Ayahku, seorang duda dengan dua anak, bekerja di kantor yang sama dengan ibu. Mereka menikah setelah sama-sama melewati luka, berharap membangun hidup baru. Tapi tak semudah itu. Secara hukum negara, ayahku sudah bercerai, tapi administrasi kantor belum selesai. Selama setahun, 30% gaji ayah masih mengalir ke mantan istrinya. Setelah semua resmi, uang itu berhenti. Lalu aku lahir-tumbuh di sebuah rumah sederhana di pesisir selatan, jauh dari kota. Aku hidup bersama kakak tiriku dan kakakku dari ibu. Meski berbeda darah, kami sangat akrab. Pantai, sawah, dan jalanan sepi menjadi saksi masa kecil kami yang hangat. Tapi seiring waktu, rumah itu berubah. Suasana menjadi dingin dan berat. Ada suara-suara aneh, mimpi buruk, dan rasa tidak aman yang tak bisa dijelaskan. Saat itulah aku sadar-keluargaku sedang menjadi sasaran sesuatu yang lebih dari sekadar masalah biasa. Ini adalah kisah tentang teluh. Tentang dendam lama... yang datang untuk menghancurkan kami.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penghulu Bidadariku S2 : Aisyah Humaira
  • SUARA DARI SEPARUH JIWA
  • Rana Bersandar Senja (HIATUS)
  • Aleya
  • Rindu Itu Luka
  • Dia Selamat, Tapi Kenapa Dia Tak Datang Cari Aku?
  • What If I Never Met You
  • Tania
  • WHEN MR. PERFECTIONIST FALL IN LOVE..

~ Fully Completed S2 ~ Rayyan Harith menyangka jalan takdirnya dan Aisyah Humaira tidak akan lagi menyatu. Namun, apabila dia sedang belajar untuk reda dengan liku suratan hidup, satu berita sekali lagi hadir dan membuatkan dia hilang arah. Jiwa terasa kembali parah. Sungguh, bukan ini pintanya walaupun dia tahu hanya ini satu-satunya jalan yang dia punya untuk memiliki kembali kebahagiannya dahulu. "Demi Allah, hati saya masih sama. Perasaan ini masih utuh dan takkan pernah berganti. Awak, ibu kepada anak-anak saya...dan saya masih berharap awak menjadi isteri dunia akhirat saya." - Rayyan Harith - "Cinta saya dah berkubur dengan segala kenangan di antara saya dan arwah suami saya. Awak mungkin bapa kepada anak saya, tetapi awak takkan mampu kembali menjadi pendamping hidup saya." - Aisyah Humaira - Dia pergi, bukan kerana mengalah. Namun, demi memberi ruang dan masa. Dia pergi, bukan bermakna hati sudah pudar rasa. Namun, demi memberi peluang wanita itu menenangkan jiwa. Biar waktu terus berputar. Biar masa berlalu pantas. Biar kenangan berganjak pergi. Andai jodoh sudah tertulis di luh mahfuz, kau dan aku... pasti dipertemukan kembali.

More details
WpActionLinkContent Guidelines