Ketika Hujan (END)

Ketika Hujan (END)

  • WpView
    Reads 404
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 47
WpMetadataReadComplete Sat, Jun 20, 2026
Series Langit-2 Ketika hujan turun sebuah tangisan akan tersamarkan hal yang begitu disukai oleh gadis dingin yang tak tersentuh bernama Aurora Hisana Biantara. Dari lahir ditelantarkan dan hanya dijadikan robot yang setiap waktu dimainkan. Hidupnya hanya mempunyai satu tujuan, yaitu mematuhi semua perintah ayahnya tanpa peduli dengan keinginannya sendiri. "Kamu seperti hujan, datang untuk menghapus tangisku." Sang penghapus kesedihan yang setiap saat muncul tanpa diundang membuat Aurora awalnya menganggap sebagai sang lebah jantan yang konyol perlahan mulai menghangatkan harinya yang dingin. Ia adalah Arham Fuandi, cowok friendly bin ajaib yang tak pernah Aurora kira akan menjadi alasannya untuk tetap bertahan dalam sebuah labirin tak berujung. Sayangnya semesta selalu mempermainkan dua hati yang saling mencintai itu, dengan berbagai kenyataan pahit hingga membuat keduanya saling berjauhan. "Cewek kejam kayak lo nggak pantas buat dicintai." Kalimat terakhir yang diucapkan Arham sebelum berlalu dari hadapan Aurora. *** Start: 25 September 2025 Finish: 20 Juni 2026 Cover by Canva
All Rights Reserved
#9
arham
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Titik Henti Lana || DI TERBITKAN
  • QUEEN'S CHOICE || [FINISH]✔
  • SWEET BENTO
  • Love Me Like That [TAMAT]
  • Dewa Dewi [COMPLETED]
  • ELUSIF
  • Out of Script [REVISI]
  • PADUAN CINTA 101 [REVISI]
  • Kumpulan Cerita Pendek
  • Hello, Pangeran!

Seharusnya aku paham, cinta bagi orang sepertiku bukan tentang pelukan, melainkan tentang seberapa lama aku kuat dicekik tanpa suara. Aku memaafkan Arka saat dia menjadikanku badut di depan teman-temannya, hanya agar dia bisa tertawa. Aku bertahan saat Ibu mengatakan bahwa kehadiranku adalah kutukan yang merusak hidupnya. Tapi di halte ini, di bawah lampu jalan yang berkedip sekarat, aku baru sadar, aku tidak punya tempat untuk pulang. Rumah adalah neraka yang menyamar jadi bangunan beton, dan Arka adalah penjaga pintu yang siap meludahiku setiap waktu. Seragamku kotor, hatiku sudah lama jadi abu. Aku sedang menunggu keberanian untuk berhenti bernapas, karena melihat hari esok terasa jauh lebih menakutkan daripada kematian itu sendiri. Malam ini, aku resmi menyerah pada dunia yang memang tidak pernah menginginkanku ada.

More details
WpActionLinkContent Guidelines