GEROMBOLAN YANG LAHIR DI SELOKAN

GEROMBOLAN YANG LAHIR DI SELOKAN

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 6, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Sinopsis - Gerombolan yang Lahir di Selokan Tidak semua makhluk lahir untuk dicintai. Beberapa, seperti mereka, lahir untuk disembunyikan-di bawah kota, di antara bau busuk, di dalam lorong yang tidak pernah mendapat cahaya. Mereka bukan sekadar tikus. Mereka adalah sisa-sisa yang dilupakan kota. Mereka hidup dari serpihan, dari remah-remah dunia yang tidak pernah mengakui keberadaan mereka. Tapi saat ketidakpedulian berubah menjadi ancaman, dan ketika suara mereka hanya dianggap sebagai bunyi gangguan malam, satu hal menjadi pasti: diam tidak lagi cukup. Dipandu oleh bau luka, dendam, dan sejarah yang tidak pernah ditulis, seekor tikus bernama Grit memilih untuk menggigit lebih dulu-bukan demi balas dendam, tapi demi mengukir keberadaan. Sementara Ral, yang sudah terlalu tua untuk lari, mencatat kisah yang tak akan pernah dibaca oleh manusia. Kisah tentang kehilangan, perlawanan sunyi, dan keberanian untuk terus menggerogoti dunia yang menutup semua celah harapan. Dalam dunia yang lebih memaafkan kekejaman manusia ketimbang gigitan kecil makhluk tak bernama, siapa yang sebenarnya pantas disebut biadab?
All Rights Reserved
#144
distopia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Langit Berbeda
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • MOTHER
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • Stealing My Husband
  • ATMA FATAMORGANA
  • Unexpectedly Yours

Dua anak kembar yang terpaksa terpisah sejak tangis mereka pertama kali terdengar di bumi-sang ibu membawa Saka, sang ayah membawa Kael. Satu tumbuh dalam kehangatan dan prestasi, dikelilingi senyum dan harapan. Satu lagi belajar bertahan di rumah yang keras, memeluk mimpi di dalam air, lalu kehilangannya oleh tangan yang seharusnya melindungi. Mereka hidup di dunia yang sama, bersekolah di tempat yang sama, bahkan memiliki wajah yang hampir serupa. Namun tidak pernah tahu bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka berasal dari luka yang sama. Ini adalah kisah tentang keluarga yang retak, mimpi yang dipatahkan, dan dua saudara yang berjalan berdampingan tanpa pernah benar-benar bertemu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines