Pelukan dari Sebuah Kata

Pelukan dari Sebuah Kata

  • WpView
    Reads 1,380
  • WpVote
    Votes 135
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 5, 2026
Terkadang sebuah tulisan bisa menyembuhkan, menguatkan, dan menyatukan. Cerita ini adalah tentang harapan dan kenyataan, atau sekadar bisikan kecil dari kehidupan yang mungkin saja pernah kamu alami atau sedang kamu jalani. #kitajagakita Founder by @SGraciaAddict Inspired by @Leyvinder Editing by @Arbiru_ & @MahmudHdyt Cover Design by @fchr20
All Rights Reserved
#30
isusosial
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blueprint Pelarian Villain
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • EVANESCENT
  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

More details
WpActionLinkContent Guidelines