"Adipta!"
"Yang jadi tunangan kamu itu, aku, Dipta, Bukan Dia!"
"Lepasin tangan kamu dari dia!"
"Adipta! Kamu denger aku gak sih!?"
"Cukup, Ganis! Kita udah bahas ini berkali-kali. Kalo lo gak mau sakit hati ngelihat gue sama Jihan, batalin pertunangan ini"
"Aku gak mau! Aku gak bisa!"
"Fine, itu kemauan lo sendiri, jadi jangan pernah salahin gue, kalo gue lebih prioritasin Jihan, dibandingkan lo, Rengganis"
Punggung, itu. Punggung yang selalu Rengganis tunggu supaya berbalik arah melihatnya, kini kian menjauh. Mempertegas jarak, yang semakin meluas.
Rengganis, gadis malang, yang harus berusaha keras supaya Adipta, tunangannya, melihatnya, dan berlari memeluk semua rasa sakit yang Rengganis pendam sendiri.
----
All Rights Reserved