Dengan gerakan mantap dan perlahan, Kalea menyusupkan dua jemarinya yang hangat masuk penuh ke dalam kewanitaan Nara yang sudah membasah licin oleh gairah yang membara. "N-nghh... ahh... Kalea..." rintih Nara memekik pelan, membusungkan dadanya saat sensasi penetrasi mendadak itu menyengat intinya. "Ahh... Kirana... kamu basah banget..." bisik Kalea serak di atas bibir Nara. Rintihan napas Kalea ikut memburu saat ia mulai menggerakkan jarinya dengan ritme yang cepat dan berani. Sensasi gesekan jemari Kalea yang intens di area paling sensitif tersebut menghantam seluruh indra Nara. "A-ahhh! Ahh... Kalea... s-sakittt tapi... ahh! Lebih cepat, Le... nghh!" jerit Nara terengah-engah. Jemari Nara meremas erat sprei sutra di bawahnya, pinggulnya terangkat refleks mengikuti tiap dorongan jari Kalea. "Nghh... ahh... Kirana... ahhh!" Kalea menyahut dengan rintihan liar, menyatukan rasa kecemburuan dan kebahagiaan dalam gerakan pinggul dan jemarinya yang kian tak terkendali.
More details