Duda Tampan [Teddy-Azika]

Duda Tampan [Teddy-Azika]

  • WpView
    LECTURAS 326
  • WpVote
    Votos 21
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, ago 4, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Warning ⚠️ Tolong bijak dalam membaca karena cerita ini pure fiksi bukan copy paste apalagi meniru. Cerita ini benar-benar hasil karya sendiri pure halu jadi jangan samakan dengan di kisah nyatanya. _________________________________________ Hari pertama kerja di Sekretariat Kabinet membuat azika gadis 20 tahun yang berasal dari kalimantan berlari-lari kecil karna takut telat dan tanpa sengaja menginjak kaki seseorang di depan lift. Azika meminta maaf sebentar lalu kabur dan yang dia gak tau kaki seseorang yang dia injek itu milik atasannya langsung yaitu Letkol Teddy Indra Wijaya.seorang duda tampan dan lebih sering bikin dia deg-degan daripada briefing. Setelah kejadian itu mereka sering berbalas kirim pesan. berawal dari obrolan formal dan malah jadi candaan tipis. Awalnya dari gak sengaja nginjek kaki jadi salah tingkah. Bahkan kantor jadi saksi interaksi absurd dua orang beda dunia yang harus pura-pura gak saling lirik padahal satu grup pesannya isinya kode-kode dan nyinyiran kolektif. Ini bukan kisah cinta kilat tapi ini tentang pagi-pagi di kantor, pesan random dari nomor asing dan seseorang yang tiba-tiba bilang. "Kamu bikin hari saya gak terasa panjang." Kode-kode dari mas teddy nya.😭😭 Lanjut gak kalo mau lanjut baca atuh 🤗
Todos los derechos reservados
#41
letkolteddy
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Salah Status [END]
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido