9LIGHTS: Melodi untuk dunia

9LIGHTS: Melodi untuk dunia

  • WpView
    Reads 297
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 5, 2025
Di dunia yang penuh warna dan semangat, sembilan remaja laki-laki dari berbagai latar belakang bertemu di sebuah akademi seni elite bernama LUMINA ACADEMY, tempat para calon idol, penari, penyanyi, dan produser muda berkumpul untuk mengejar mimpi mereka. Mereka adalah bagian dari kelas musik tingkat akhir yang dikenal sebagai "Class 9-Lights", kelas paling unik dan penuh bakat. Meskipun awalnya berbeda-beda dalam kepribadian dan gaya, mereka perlahan tumbuh menjadi satu tim yang solid karena kecintaan mereka pada musik dan mimpi bersama: menjadi grup idol terbaik dan menyebarkan semangat positif ke seluruh dunia. Namun, jalan menuju panggung utama tidak mudah - mereka harus melewati kompetisi antar kelas, proyek kolaborasi, tugas sekolah, serta tantangan membangun harmoni sebagai grup. Tapi dengan tawa, kerja keras, dan persahabatan yang kuat, mereka percaya satu hal: "Jika kita bersinar bersama, tidak ada yang tak mungkin."
(CC) Attribution-NoDerivs
#5
xbliss
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines