Setelah Semua Yang Gugur | PondPhuwin

Setelah Semua Yang Gugur | PondPhuwin

  • WpView
    Прочтений 168
  • WpVote
    Голосов 8
  • WpPart
    Частей 3
WpMetadataReadДля взрослыхВ процессе
WpMetadataNoticeLast published втр, авг. 12, 2025
Pond Naravit (28) adalah seorang single father yang disegani di kalangan pebisnis. Dengan reputasi kuat, kekayaan yang stabil, dan kendali penuh atas perusahaan milik keluarganya, ia tampak seperti pria yang telah memiliki segalanya. Namun, di balik pencapaian dan jas berpotongan sempurna yang ia kenakan setiap hari, Pond menyimpan hidup yang sunyi. Satu-satunya senyum yang tulus hanya ia berikan untuk Shogun-putranya yang baru berusia satu tahun. Bagi dunia luar, Pond adalah pribadi yang dingin dan terlalu fokus pada kemajuan. Baginya, waktu adalah investasi, dan perasaan bukan sesuatu yang bisa dinegosiasikan. Ia tidak pernah mencari penghiburan, apalagi kehangatan, hingga suatu siang yang panas mendorongnya masuk ke sebuah kafe kecil hanya karena keinginan kuat untuk menikmati segelas iced americano. Di balik meja kasir kafe tersebut berdiri seorang pria muda bernama Phuwin Tangsakyuen (23). Wajahnya tenang, tutur katanya sopan, dan matanya menyimpan sesuatu yang lelah. Dulu, Phuwin adalah mahasiswa hukum dengan masa depan yang terencana. Namun sejak kehilangan ayahnya, ia kehilangan arah, meninggalkan kuliah, dan kini bekerja paruh waktu sebagai barista di La Douceur demi sekadar bertahan hidup. Pertemuan mereka bermula dari kopi, lalu berlanjut menjadi percakapan singkat yang biasa saja. Tapi di balik kata-kata sederhana itu, perlahan tumbuh ketertarikan yang tak dimaksudkan. Bukan karena cinta pada pandangan pertama, melainkan karena mereka diam-diam memahami satu hal yang sama: bagaimana rasanya kehilangan segalanya dan tetap harus bertahan. Ini bukan kisah dua orang yang sedang jatuh cinta. Ini kisah dua jiwa yang sama-sama retak, namun saling belajar pulih- setelah semua yang gugur.
Все права сохранены
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa (Hiatus)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту