Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
Padamu, Aksara

Padamu, Aksara

  • WpView
    LECTURAS 5,145
  • WpVote
    Votos 465
  • WpPart
    Partes 30
WpMetadataReadConcluida mar, feb 24, 2026
WpInfo
Fanfic
BTS
Sinopsis : Jika aku lenyap dari punggung kehidupan ini, akankah kau masih mencium wangi kehadiranku? Dalam setiap hembusan napas kehidupan yang kau hirup, masihkah ada ruang di altar hatimu untuk meletakkan potret abadiku yang memudar? Atau, aku hanya akan jadi bayangan samar di sudut memorimu? Blurb : Dalam malam gelap, kisah tertulis di dalam ilusi. Kursi rodanya membawa angin kesedihan, pikiran terbang tanpa sayap. Impiannya tinggal di kertas, tinta tanpa nyawa. Hari-hari berlalu, jari-jarinya ingin menari. Pengalaman pahitnya ia abadikan dalam tulisan. Bukannya menyerah, ia tetap bermimpi. Kisah dalam dada berontak ingin keluar. Tekadnya membara walau jalan terjal. Menulis dalam jiwa sembuhkan rasa lara. Di tengah dinginnya malam, dia berselimut kata hangat. Di dunia ini, kesulitan tetap berat. Begitulah yang dirasakan Aksara Bramasakti, novelis lumpuh yang berharap agar sembuh dan bisa menulis lagi, dia juga berjuang mengungkap siapa dalang di balik kelumpuhannya.
Todos los derechos reservados
#308
lumpuh
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nazril [END]
  • KARSA
  • breat of love 2✅
  • SEBERANG
  • SAKARA
  • HUMMING HEART [Completed]
  • SOMETIMES
  • Serendipity [TERBIT]
  • Eternal Flame
  • BIRTHDAY

"Biarkan jantungku berdetak lebih lama lagi Tuhan," pintanya dari hati yang paling dalam. "... sehari saja." ••• Gimana rasanya selalu disalahkan? ••• Gimana rasanya selalu dianggap menjadi benalu untuk keluarga? Tanyakan pada Nazril, ia telah melalui semuanya itu. ••• Dariku, untuk kehidupan Ketika semesta memintamu tetap bertahan, meski dalam keterbatasan. Percayalah, Tuhan selalu punya waktu terbaik, kapan waktu bahagiamu. Ketika semesta memintamu tetap berbaik sangka. Meski yang kau dapati, hanyalah luka dan rasa kecewa. Percayalah, Tuhan selalu datangkan ia yang akan menjadi sebab terhapusnya segala dukamu. Ketika semesta memintamu ikhlas dan sungguh-sungguh dalam menghamba. Percayalah, tak akan kau dapati sepanjang perjalanan hidupmu, kecuali kasih sayang Tuhan yang begitu berlimpah Percayalah! Cover by @hiro_coverwp

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido