DENDAM DARAH TANGIS [ON GOING]

DENDAM DARAH TANGIS [ON GOING]

  • WpView
    Reads 1,500
  • WpVote
    Votes 455
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 28, 2026
Katanya bangunan bertingkat adalah tempat ternyaman, namun apa jadinya jika bangunan itu menjadi tempat munculnya trauma yang tragis bagi para penghuninya? 15 remaja yang harus terjebak dalam dendam seseorang. Dan hanya ada satu pilihan: Bunuh? atau dibunuh? "Gue tahu cara gue salah, tapi cara kalian belum tentu benar." #1:penginapan(26Oktober2025) #1:tangisan(31Desember2025) #1:dalang(8Januari2026) #1:lukabatin(8Januari2026)
All Rights Reserved
#544
balasdendam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • Shadow in the Lab
  • Defiant [END]
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Hello, Mr. Mafia!
  • SHEA SANG FIGURAN
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines