We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Papillon | Mahesa Chandra

Papillon | Mahesa Chandra

  • WpView
    Reads 53,389
  • WpVote
    Votes 4,152
  • WpPart
    Parts 47
WpMetadataReadComplete Thu, Dec 18, 2025
WpInfo
Fanfic
NCT
Terlahir dari sepasang publik figur yang dikenali oleh banyak kalangan adalah suatu hal istimewa bagi Hesa. Memiliki seorang Kakak laki-laki yang sukses dalam melanjutkan perusahaan Papanya, juga seorang Adik laki-laki yang berprofesi sebagai model adalah hal yang disyukurinya. Mahesa Abichandra, adalah nama yang Papa dan Mamanya berikan untuk dia. Menjadi seorang anak tengah bukanlah pilihan yang dapat ia pilih, melainkan takdir tuhan untuknya. Namun, jika ia mampu mengubah posisi itu. Ia hanya ingin terlahir menjadi satu-satunya anak dari Papa dan Mama, terdengar egois bukan? Apakah setelah mendengarkan cerita Hesa kalian masih akan menganggapnya egois? mari kita buktikan. disclaomer! cerita ini resmi dari pemikiran dan pengalaman penulis, adapun kesamaan nama tokoh, latar tempat, hingga alur cerita itu murni karena ketidaksengajaan. [DILARANG KERAS PLAGIAT] Terima kasih sudah mampir dan harap memberikan dukungan terhadap penulis. ;Aluna/Allara abigail
All Rights Reserved
#286
7dream
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sembagi Arutala
  • Irreplaceable
  • Broken Piece of Us
  • Second chance | Jenric AU
  • Ananda✔️
  • Garis Takdir
  • Noktah
  • Frozen (Complete)
  • AUNOIA
  • KARAFERNELIA

Sembagi Arutala. Nama yang begitu indah, bukan? Nama yang terdengar seperti doa-mengandung makna harapan, cita-cita, dan sinar rembulan di malam gelap. Namun, hidup pemilik nama itu tak pernah seindah artinya. Arutala-begitulah panggilannya. Seorang anak laki-laki yang tampan, pintar, dan tampak selalu ceria. Ia pandai menyembunyikan kesedihan dengan senyuman. Tapi di balik keceriaan yang dilihat orang, tersembunyi jiwa yang rapuh. Bahkan sangat rapuh. Arutala tidak pernah mengerti, kenapa keluarganya memperlakukannya seolah ia tidak ada. Ia tidak pernah tahu alasan di balik kebencian itu-ia hanya tahu bahwa sejak kecil, ia harus belajar menerima dinginnya pelukan yang tak pernah datang, tatapan yang tak pernah mengakui keberadaannya. Setiap hari, Arutala bertanya pada dirinya sendiri, "Apa salahku?" Ini hanyalah fiksi belaka. Jangan diseriuskan. Ide murni author. Publish : 2-4-24

More details
WpActionLinkContent Guidelines