Papillon | Mahesa Chandra

Papillon | Mahesa Chandra

  • WpView
    Reads 52,646
  • WpVote
    Votes 4,146
  • WpPart
    Parts 47
WpMetadataReadComplete Thu, Dec 18, 2025
Terlahir dari sepasang publik figur yang dikenali oleh banyak kalangan adalah suatu hal istimewa bagi Hesa. Memiliki seorang Kakak laki-laki yang sukses dalam melanjutkan perusahaan Papanya, juga seorang Adik laki-laki yang berprofesi sebagai model adalah hal yang disyukurinya. Mahesa Abichandra, adalah nama yang Papa dan Mamanya berikan untuk dia. Menjadi seorang anak tengah bukanlah pilihan yang dapat ia pilih, melainkan takdir tuhan untuknya. Namun, jika ia mampu mengubah posisi itu. Ia hanya ingin terlahir menjadi satu-satunya anak dari Papa dan Mama, terdengar egois bukan? Apakah setelah mendengarkan cerita Hesa kalian masih akan menganggapnya egois? mari kita buktikan. disclaomer! cerita ini resmi dari pemikiran dan pengalaman penulis, adapun kesamaan nama tokoh, latar tempat, hingga alur cerita itu murni karena ketidaksengajaan. [DILARANG KERAS PLAGIAT] Terima kasih sudah mampir dan harap memberikan dukungan terhadap penulis. ;Aluna/Allara abigail
All Rights Reserved
#274
7dream
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SEMBILU ARUNIKA
  • IN
  • Nice To Meet You
  • Jembatan Luka | On Going
  • Brother-ish
  • My Sassy Brother
  • Selembut Fajar . Sepahit Perpisahan ( Selesai )
  • Bintang!
  • Valiant Ezra Danendra [ Hiatus ]
  • Leftover Light

Ikbal selalu merasa hidupnya seperti kaca. Tak boleh retak. Tak boleh tergores. Tak boleh jatuh. Sejak kecil, dunia di sekelilingnya terasa terlalu hati-hati. Tangannya pernah ditepis saat mencoba ikut bermain sepak bola. Lututnya dibersihkan dengan panik hanya karena lecet kecil. Makanannya ditetapkan, jadwal hidupnya diatur. Tubuhnya dijaga seperti sesuatu yang mahal, atau mungkin rapuh. Ia mengira itu adalah cinta. Arlo dan Luna selalu tersenyum padanya dengan mata yang lelah. Putri, kakaknya selalu menggenggam tangannya terlalu lama, seolah takut kehilangan. Rumah mereka dipenuhi suara mesin medis dan doa-doa yang diucapkan pelan saat malam. Ikbal tumbuh dengan satu keyakinan sederhana, ia adalah anak yang beruntung karena masih sehat. Sampai suatu malam, saat hujan mengetuk jendela kamarnya seperti ingin membocorkan rahasia, ia menemukan map cokelat tersembunyi di laci yang tak pernah boleh ia buka. Di sana tertulis namanya. Disertai istilah-istilah medis yang dingin. Tapi, terdengar seperti perencanaan. Ia membaca ulang satu kalimat yang membuat dadanya terasa kosong, "Tujuan konsepsi, donor yang kompatibel." Untuk pertama kalinya, Ikbal tidak merasa seperti anak kesayangan lagi. Ia kini merasa seperti jawaban atas sebuah masalah. Dan yang paling menyakitkan bukanlah kenyataan bahwa ia diciptakan untuk menyelamatkan kakaknya. Melainkan kesadaran perlahan bahwa semua larangan, semua perhatian, semua pelukan, mungkin bukan untuk melindunginya. Melainkan untuk menjaga agar ia tetap utuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines