Dari masa depan untuk kemarin

Dari masa depan untuk kemarin

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 24, 2025
WpInfo
Fiction
Mystery
pernah gak kalian berhayal bisa pergi ke masa lalu? mengubah hidup yang penuh penyesalan di masa lampau. nah, cerita ini akan menceritakan perjalanan seseorang yang sudah pasrah dengan hidup nya dan diberi satu kesempatan untuk kembali ke masa lalu, akan kah dia bisa mengubah takdirnya? "katanya kalo udah kerja gini suka mau balik lagi ke masa sekolah, tapi kalo boleh jujur gue juga mau balik lagi ke saat gue sd." "dimana hidup damai tentram gausah mikirin hal berat" "kehidupan dewasa sangat tidak wort it untuk di jalani"
All Rights Reserved
#26
timetrevel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • Shadow in the Lab
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Defiant [END]
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • Hello, Mr. Mafia!

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines